SIPROTERON ASETAT

Indikasi: 

terapi hiperseksualitas dan penyimpangan seksual pria, sebagai terapi tambahan pada terapi kanker prostat (lihat 8.3.4), akne (13.6.1) dan hirsutisme pada wanita, gejala kulit dan vulvovagina pada klimakterium.

Peringatan: 

tidak efektif pada alkoholisme; profil darah, fungsi hati, dan fungsi korteks adrenal harus dimonitor; diabetes mellitus.

Kontraindikasi: 

penyakit hati (kecuali untuk kanker prostat), diabetes mellitus berat, sickle cell anemia, depresi berat, kelainan tromboemboli, usia di bawah 18 tahun.

Efek Samping: 

kelelahan, sesak napas, produksi sebum berkurang, perubahan pola tumbuhnya rambut, ginekomastia, osteoporosis, penghambatan spermatogenesis, hepatotoksisitas (biasanya timbul pada dosis 200-300 mg/hari pada terapi kanker prostat).

Dosis: 

untuk gejala klimakterium, lihat dosis estrogen untuk HRT.