LEUPRORELIN

Indikasi: 

kanker prostat bermetastase, endometriosis pada organ genital dan ekstragenital (dari stadium I sampai stadium IV), pubertas prekoks sentral.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas dan pada 6.7.2. Penggunaan pada anak, setelah 1-2 bulan pengobatan, monitoring harus dilakukan untuk mengkonfirmasi terjadinya mekanisme regulasi menurun (menggunakan tes stimulasi GnRH, steroid seks, dan klasifikasi menurut Tanner), penghentian terapi sebaiknya dipertimbangkan sebelum usia anak 11 tahun pada wanita, dan 12 tahun pada pria, telah dilaporkan reaksi anafilaksis terhadap GnRH sintetis (gonadorelin HCl), keamanan penggunaan jangka panjang (lebih dari 6 bulan) belum diketahui secara pasti.

Efek Samping: 

hipoestrogenisme pada wanita, hipotestorenisme pada pria, peningkatan kehilangan densitas trabokula tulang belakang selama terapi endometriosis atau anemia yang disebabkan oleh lelomloma uteri (tidak terjadi jika terapi 3 bulan, risiko meningkat pada riwayat osteoporosis, hot flushes, penglihatan kabur, penurunan libido, pusing, edema, sakit kepala, reaksi pada tempat injeksi, mual atau muntah, nyeri pada payudara, insomnia, kenaikan berat badan, aritmia jantung atau palpitasi, anafilaksis, parestesi, pingsan, reaksi hanya terjadi pada wanita dewasa: amenore, peningkatan sementara gejala endometriosis (nyeri pelvis, dismenorea, dispareunia), vaginitis, efek androgenik (suara menjadi berat, peningkatan pertumbuhan rambut), perubahan kepribadian, atau sikap (ansietas, depresi , perubahan mood, gugup), reaksi hanya terjadi pada pria dewasa: konstipasi, ukuran testis mengecil, peningkatan sementara gejala kanker prostat, impoten, angina atau infark miokard, emboli paru, tromboflebitis, reakdi pada anak laki-laki dan perempuan: nyeri tubuh, reaksi pada tempat suntikan (terbakar, gatal, kemerahan, atau bengkak pada tempat suntikan), kemerahan pada kulit, reaksi pada anak perempuan: perdarahan uterus, keputihan.

Dosis: 

kanker prostat, 3,75 mg injeksi subkutan atau intramuskular setiap 4 minggu, 11,25 mg injeksi subkutan atau intramuskular setiap 3 bulan, endometriosis, 3,75 mg injeksi subkutan atau intramuskular setiap 4 minggu, pengobatan harus dimulai dalam 5 hari pertama dari siklus haid. 11,25 mg injeksi subkutan atau intramuskular setiap 3 bulan, endometriosis diterapi selama tidak lebih dari 6 bulan apapun stadiumnya, pubertas prekoks sentral, dosis pemberian berdasarkan rasio mg/kg berat badan, dosis awal 0,3 mg/kg BB setiap 4 minggu (minimum 7,5 mg), injeksi intramuskular. Berat badan < 25 kg, dosis 7,5 mg, BB 25-37,5 kg, dosis 11,25 mg, BB > 37,5 kg, dosis 15 mg, jika mekanisme regulasi menurun tidak tercapai, dosis harus dititrasi dengan peningkatan 3,75 mg setiap 4 minggu sebagai dosis pemeliharaan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id