LAMIVUDIN

Indikasi: 

infeksi HIV progresif, dalam bentuk sediaan kombinasi dengan obat-obat antiretroviral lainnya. infeksi hepatitis B kronik dengan bukti adanya replikasi virus hepatitis B.

Peringatan: 

kelainan fungsi ginjal (lihat Lampiran 3), penyakit hati yang disebabkan infeksi hepatitis B kronis (risiko kembalinya hepatitis saat penghentian pengobatan); kehamilan (dianjurkan untuk dihindari pada trimester pertama); pasien hepatitis B yang di bawah 16 tahun.

Interaksi: 

lampiran 1 (lamivudin).

Kontraindikasi: 

wanita menyusui; hipersensitif terhadap lamivudin.

Efek Samping: 

infeksi saluran nafas bagian atas, mual, muntah, diare, nyeri perut; batuk; sakit kepala, insomnia; malaise, nyeri muskuloskelatal; gejala nasal; dilaporkan adanya neuropati periferal; pankreatitis (jarang, bila terjadi hentikan pengobatan); neutropenia dan anemia (dalam kombinasi dengan zidovudin); trombositopenia; dilaporkan terjadinya peningkatan enzim hati dan amilase serum.

Dosis: 

150 mg dua kali sehari (sebaiknya tidak bersama makanan); dosis yang direkomendasikan untuk hepatitis B kronik 100 mg sehari satu kali; ANAK di bawah 12 tahun, keamanan dan khasiatnya belum diketahui.