HEPARIN

Indikasi: 

pengobatan trombosis vena-dalam dan embolisme paru, angina tidak stabil, profilaksis pada bedah umum, infark miokard.

Peringatan: 

usia lanjut, hipersensitif terhadap heparin bobot molekul rendah; gangguan hati dan ginjal; kehamilan.

Trombositopenia. Trombositopenia yang secara klinis penting adalah yang diperantarai sistem imun, biasanya tidak terjadi sampai setelah 6-10 hari. Ini mungkin disertai dengan trombosis. Disarankan menghitung angka trombosit bagi pasien yang mendapat heparin (termasuk heparin dengan bobot molekul rendah) lebih dari 5 hari (dan heparin harus segera dihentikan pada pasien yang mengalami trombositopenia) atau pengurangan angka platelet. Pasien yang memerlukan antikoagulasi lebih lanjut sebaiknya diberi suatu heparinoid seperti danaparoid; alternatifnya heparin bobot molekul rendah (tetapi dapat terjadi reaksi silang), warfarin atau epoprostenol.

Hiperkalemia: Inhibisi dari sekresi aldosteron oleh heparin (termasuk heparin bobot molekul rendah) dapat menyebabkan hiperkalemia, umumnya pada pasien dengan diabetes mellitus, gagal ginjal kronik, asidosis, kenaikan kalium plasma, mendapatkan obat hemat kalium. Kalium plasma harus diukur pada pasien yang beresiko sebelum memulai terapi heparin dan dimonitor secara teratur sesudahnya jika pengobatan dengan heparin lebih dari 7 hari.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (heparin).

Kontraindikasi: 

hemofilia dan gangguan hemorhagik lain, trombositopenia, tukak lambung, perpendarahan serebral yang baru terjadi. Hipertensi berat, penyakit hati berat (temasuk farises esofagus), gagal ginjal, sehabis cedera berat atau pembedahan (termasuk pada mata atau susunan saraf), hipersensitivitas terhadap heparin.

Efek Samping: 

perdarahan (lihat keterangan di atas), nekrosis kulit, trombositopenia (lihat keterangan di atas), hiperkalsemia (lihat keterangan di atas), reaksi hipersensitivitas (urtikaria, angiodema, dan anafilaksis); osteoforisis setelah penggunaan jangka panjang (dan jarang terjadi alopesia).

Dosis: 

Pengobatan trombosis vena-dalam dan embolisme paru, secara injeksi intravena, dosis muatan 5000 unit (10.000 unit pada embolisme paru yang berat) diikuti dengan infus berkesinambungan 15-25 unit/kg bb/jam atau secaara injeksi subkutan 15.000 unit setiap 12 jam (pemantauan laboratorium penting sekali sebaiknya setiap hari).

Remaja Muda dan Anak-anak, dosis muatan lebih rendah, kemudian 15-25 unit/kg bb/jam secara infus intravena, atau 250 unit/kg bb/jam secara injeksi subkutan. Angina tak stabil, oklusi arteri perifer akut, sebagai regimen intravena untuk trombosis vena-dalam dan embolisme paru, lihat keterangan diatas. Profilaksis pada bedah umum (lihat keterangan di atas), lewat injeksi subkutan, 5000 unit 2 jam sebelum pembedahan, kemudian setiap 8-12 jam selama 7 hari atau sampai pasien pulang dari rumah sakit (pemantauan tidak diperlukan); selama kehamilan (dengan pemantauan), 5000-10.000 unit setiap 12 jam (penting:tidak termasuk pencegahan trombosis katup jantung prostetik pada kehamilan yang memerlukan penatalaksanaan khusus).

Infark Miokard. Untuk pencegahan reoklusi setelah trombosis, heparin digunakan dengan regimen yang bervariasi sesuai dengan protokol yang telah disetujui di masing-masing institusi. Untuk pencegahan trombosis mural, heparin dianggap efektif bila diberikan lewat injeksi subkutan 12.500 unit setiap 12 jam selama paling tidak 10 hari.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id