DIDANOSIN

Indikasi: 

infeksi HIV progresif atau lanjut; dalam kombinasi dengan antiretroviral yang lain.

Peringatan: 

riwayat pankreatitis (perhatian khusus); neuropati perifer, hiperurisemia; monitor enzim hati (tangguhkan obat bila terjadi penyimpangan); gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, kehamilan; perlu pemeriksaan retina terutama pada anak di bawah 6 bulan, atau bila terjadi gangguan fungsi penglihatan.
PANKREATITIS. Tangguhkan pengobatan jika terjadi peningkatan amilase serum (walaupun asimtomatik) sampai diagnosis pankreatitis dapat disingkirkan. Bila nilai amilase kembali normal, obat hanya boleh diberikan bila benar-benar diperlukan (gunakan dosis rendah dan naikkan bertahap). Hindarkan sedapat mungkin kombinasi dengan obat yang bersifat toksik terhadap pankreas. Jika kombinasi tidak dapat dihindari, lakukan pengawasan yang ketat. Lakukan juga pengawasan ketat bila terjadi peningkatan trigliserida.

Interaksi: 

Lampiran 1 (didanosin).

Kontraindikasi: 

gangguan fungsi hati karena pemberian didanosin sebelumnya; ibu menyusui.

Efek Samping: 

pankreatitis; neuropati perifer, terutama pada infeksi lanjut (tangguhkan pemberian obat); hiperurisemia asimtomatik (tangguhkan pemberian obat), diare (adakalanya berat), mual, muntah, mulut kering, reaksi hipersensitivitas, gangguan retina dan nervus optikus (terutama pada anak); diabetes melitus.

Dosis: 

DEWASA berat badan kurang dari 60 kg, 125 mg tiap 12 jam, berat badan lebih dari 60 kg, 200 mg tiap 12 jam, ANAK di atas 3 bulan, 120 mg/m2 tiap 12 jam (90 mg/m2 bila dikombinasi dengan zidovudin).