11.2.1 Kortikosteroid

Kortikosteroid yang digunakan secara lokal (seperti tetes mata, salep mata, atau injeksi subkonjungtival) atau secara oral dan sistemik memiliki peranan penting dalam pengobatan inflamasi segmen anterior, termasuk yang disebabkan oleh pembedahan. Kortikosteroid topikal lazimnya hanya digunakan di bawah pengawasan dokter spesialis; Tiga risiko yang berhubungan dengan penggunaan kortikosteroid:

  • Mata merah, dimana diagnosis belum dikonfirmasi, mungkin diakibatkan oleh virus herpes simpleks. Kortikosteroid memperburuk kondisi yang dapat berakhir pada kerusakan penglihatan atau bahkan hilangnya mata. Infeksi bakteri, jamur dan amuba menunjukkan bahaya yang sama.
  • Pada individu yang rentan, penggunaan preparat kortikosteroid mata dapat menyebabkan glaukoma steroid.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan katarak steroid.

 Efek samping lain termasuk penipisan kornea dan sklera.

Penggunaan produk kombinasi yang mengandung kortikosteroid dengan antiinfeksi jarang dibenarkan. Kortikosteroid sistemik mungkin dapat bermanfaat untuk kondisi okular. Risiko terjadinya katarak steroid meningkat sejalan dengan peningkatan dosis dan lama pemberian.

Monografi: 

BETAMETASON

Indikasi: 

pengobatan lokal inflamasi (jangka pendek).

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

berikan tetes mata tiap 1-2 jam sampai keadaan terkendali kemudian kurangi frekuensi, salep 2-4 kali tiap hari, atau pada malam hari bila digunakan bersama tetes mata.

DEKSAMETASON

Indikasi: 

untuk pengobatan jangka pendek pada mata dengan kondisi responsif steroid ketika pengobatan antibiotik profilaktik juga diperlukan, setelah diyakini tidak terjadi infeksi jamur dan virus; blepharitis pada kelopak mata.

Peringatan: 

meskipun pada umumnya dianggap aman, penggunaan jangka panjang tidak dianjurkan pada masa pertumbuhanPenggunaan jangka panjang pada bayi dapat menekan kelenjar adrenal. Pengobatan dengan kombinasi steroid-antibiotik jangan dilakukan lebih dari 7 hari berturut-turut. Keamanan penggunaan pada wanita hamil dan menyusui belum ditetapkan. Jangan mengulang atau memperpanjang pengobatan tanpa pemeriksaan yang teratur terhadap peningkatan tekanan okular. Kortikosteroid topikal tidak boleh digunakan pada mata merah tanpa diagnosa yang jelas karena dapat terjadi risiko kebutaan. Pemberian bersamaan dengan aminoglikosida dapat menyebabkan berkurangnya pendengaran yang tidak dapat balik bila diberikan secara sistemik atau topikal pada kulit yang luka atau rusak.

Kontraindikasi: 

penderita hipersensitif terhadap salah satu komponen sediaan; infeksi herpes simpleks akut dan penyakit virus lainnya pada kornea dan konjungtiva, tuberkulosis pada mata, penyakit jamur pada mata, trakoma, infeksi purulent akut pada mata; otitis eksterna disertai perforasi membran pada telinga.

Efek Samping: 

paling sering terjadi sensitasi alergi, reaksi-reaksi yang disebabkan komponen steroid berupa peningkatan tekanan intraokular dengan kemungkinan perkembangannya terjadi glaukoma, pembentukan katarak subkapsular posterior dan perlambatan penyembuhan luka dan perforasi.

Penggunaan: 

untuk mata satu-dua tetes pada mata yang sakit hingga 6 kali sehari atau lebih sering jika diperlukan.

FLUOROMETOLON

Indikasi: 

pengobatan lokal inflamasi (jangka pendek).

Peringatan: 

lihat keterangan di atas; tendensi untuk meningkatkan tekanan intraokuler berkurang.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

gunakan tetes mata 2-4 kali/hari (mula-mula tiap jam untuk 24-48 jam, kemudian kurangi frekuensi).

HIDROKORTISON ASETAT

Indikasi: 

pengobatan lokal inflamasi (jangka pendek).

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

PREDNISOLON

Indikasi: 

pengobatan lokal inflamasi (jangka pendek).

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

gunakan tetes mata tiap 1-2 jam hingga kondisi terkendali kemudian kurangi frekuensi.