Natrium Oral dan Air

Natrium klorida diindikasikan pada keadaan kehilangan natrium dan biasanya perlu diberikan intravena (9.2.2). Pada kondisi kronik yang disebabkan oleh kehilangan natrium yang ringan atau sedang, misalnya pada penyakit salt-losing bowel atau penyakit ginjal, dan pada beberapa pekan pertama bayi prematur mungkin cukup diberikan suplemen oral natrium klorida atau natrium bikarbonat (9.2.1.3) sesuai dengan status asam-basa pasien.

TERAPI REHIDRASI ORAL (TRO)
Diare adalah indikasi yang paling penting untuk penggantian cairan dan elektrolit. Absorpsi natrium dan air di usus ditingkatkan oleh glukosa (dan karbohidrat lain). Penggantian cairan dan kehilangan elektrolit karena diare dapat dicapai dengan memberikan larutan yang mengandung natrium, kalium, dan glukosa atau karbohidrat lain misalnya tepung beras. 

Larutan rehidrasi oral harus:

  • meningkatkan absorpsi air dan elektrolit;
  • menggantikan kekurangan elektrolit secara tepat dan aman;
  • mengandung zat basa untuk menetralkan asidosis;
  • sedikit hipo-osmotik (sekitar 250 mmol/ liter) untuk mencegah kemungkinan induksi diare osmotik;
  • sederhana untuk digunakan di rumah sakit dan rumah;
  • rasanya dapat diterima, khususnya oleh anak;
  • dapat selalu tersedia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mempromosikan larutan rehidrasi oral tunggal tetapi dengan penggunaan yang fleksibel (misalnya dengan menganjurkan minum lebih banyak air di antara larutan rehidrasi oral pada anak yang mengalami dehidrasi sedang). Rehidrasi harus terjadi cepat dalam 3–4 jam (kecuali pada dehidrasi hipernatremik dimana rehidrasi terjadi lebih lambat sampai 12 jam). Pasien harus diamati setelah rehidrasi pertama dan jika tetap terjadi dehidrasi maka penggantian cairan yang cepat harus dilanjutkan.

Sesudah rehidrasi selesai, dehidrasi lanjutan dapat dicegah dengan cara minum cairan yang sesuai dengan volume normal atau dengan menggantikan kehilangan cairan dengan larutan rehidrasi oral; pada anak≤2 tahun, menyusui atau pemberian susu formula harus dilakukan di antara minum cairan rehidrasi.

Untuk rehidrasi intravena lihat 9.2.2.

Monografi: