Kalium Oral

Kompensasi untuk kehilangan kalium penting terutama untuk pasien:

  1. Yang diobati dengan digoksin atau antiaritmia karena kehilangan kalium dapat menginduksi aritmia;
  2. Dengan hiperaldosteronisme sekunder, misalnya pada stenosis arteri ginjal, sirosis hati, sindrom nefrotik, dan gagal jantung yang berat;
  3. Yang kehilangan kalium banyak melalui feses, misalnya: diare kronik yang berhubungan dengan malabsorpsi intestinal atau penyalahgunaan laksatif.

Upaya kompensasi untuk kehilangan kalium diperlukan pada pasien lanjut usia karena asupan kaliumnya sering tidak memadai (tetapi lihat peringatan pada gagal ginjal). Upaya ini diperlukan selama pengobatan jangka panjang dengan obat yang diketahui menginduksi kehilangan kalium (misal kortikosteroid). Suplemen kalium jarang sekali diperlukan pada penggunaan diuretika dosis kecil untuk hipertensi; lebih dianjurkan diuretika hemat kalium (daripada suplemen kalium) untuk mencegah hipokalemia akibat diuretik semacam furosemid atau tiazid (dosis besar, lebih dari 50 mg sehari) yang diberikan untuk menghilangkan udem.

Dosis: Bila garam kalium diberikan untuk mencegah hipokalemia, dosis kalium klorida oral 2-4 g (kira-kira 25-50 mmol) tiap hari atau untuk anak 1-2 mmol/kg bb (biasanya maksimal 50 mmol kalium) sesuai untuk pasien yang makan secara normal.

Dosis yang lebih kecil harus digunakan bila terdapat insufisiensi ginjal (umum pada pasien lanjut usia) bila tidak ada bahaya hiperkalemia. Garam kalium menyebabkan mual dan muntah sehingga kepatuhan pasien yang rendah merupakan kendala utama diperolehnya efektivitas obat; kalau memungkinkan, diuretika hemat kalium lebih dianjurkan (lihat juga di atas). Bila terbukti ada kehilangan kalium berat, diperlukan dosis besar yang jumlahnya bergantung pada besarnya kehilangan kalium yang berlanjut (monitor kadar plasma-kalium, konsultasikan kepada ahlinya). Kehilangan kalium sering berhubungan dengan kehilangan klorida dan alkolosis metabolik dan kelainan ini memerlukan perbaikan.

Cara pemberian: Garam kalium lebih baik diberikan dalam bentuk sediaan cairan (atau effervescent) daripada dalam bentuk modified-release tablet; obat harus diberikan sebagai klorida (penggunaan effervescent kalium tablet harus dibatasi hanya untuk keadaan hiperkloremik 11.2.1.3).

Garam pengganti. Beberapa garam pengganti yang mengandung kalium klorida dalam jumlah yang berarti tersedia sebagai produk makanan kesehatan. Obat ini tidak untuk digunakan pada pasien gagal ginjal karena dapat timbul intoksikasi kalium.

 

Monografi: 

KALIUM KLORIDA

Indikasi: 

kehilangan kalium (lihat catatan di atas).

Peringatan: 

penderita lanjut usia, kerusakan ginjal ringan sampai sedang (diperlukan pengawasan ketat) striktur usus, riwayat ulkus peptikum, hiatus hernia (untuk sediaan lepas lambat); penting: bahaya khusus bila diberikan dengan obat yang bisa menaikkan kadar plasma kalium seperti diuretik hemat kalium, ACE inhibitor, atau siklosporin.

Interaksi: 

Lampiran 1 (garam kalium).

Kontraindikasi: 

kerusakan ginjal berat, kadar plasma kalium di atas 5 mmol/liter.

Efek Samping: 

mual dan muntah (bila berat dapat merupakan tanda obstruksi) ulserasi esofagus atau usus kecil.

Dosis: 

Lihat catatan di atas.
Catatan. Jangan tertukar antara Tablet Effervescent Kalium (bagian 9.2.1.3) dengan tablet effervescent kalium klorida. Tablet Effervescent Kalium tidak mengandung ion klorida dan penggunaannya hanya terbatas untuk keadaan hiperkloremia (bagian 9.2.1.3).
Tablet Effervescent Kalium Klorida biasanya tersedia dalam dua kekuatan, satu mengandung K+ dan Cl- masing-masing 6.7 mmol, yang satu lagi mengandung 12 mmol K+ dan 8 mmol Cl-. Resep generik harus menyebutkan kekuatan yang diperlukan.