Bikarbonat Oral

Natrium bikarbonat diberikan secara oral untuk keadaan asidosis kronis seperti asidosis pada uremia atau asidosis tubular. Dosis untuk mengatasi asidosis metabolik tidak dapat ditentukan dan responsnya harus dinilai; mungkin diperlukan 4,8 g tiap hari (57 mmol tiap Na+ dan HCO-) atau lebih. Untuk asidosis metabolik berat, dapat diberikan natrium bikarbonat secara intravena (11.2.2). Natrium bikarbonat dapat juga digunakan untuk membuat pH urin menjadi alkali (lihat 9.4.3); untuk pemakaian pada dispepsia lihat 1.1.1.2.

Suplemen natrium dapat meningkatkan tekanan darah atau menyebabkan retensi cairan dan udem paru-paru pada mereka yang berisiko; hipokalemia dapat memburuk.

Bila asidosis hiperkloremik disebabkan oleh kekurangan kalium, sebagaimana pada beberapa kelainan tubuli renalis dan gastrointestinal, mungkin tepat untuk memberikan kalium bikarbonat oral, walaupun defisiensi akut atau yang berat harus ditangani dengan terapi intravena.

Monografi: 

NATRIUM BIKARBONAT

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat catatan di atas; hindarkan pada asidosis respiratori.

Interaksi: 

Lampiran 1 (antasid dan adsorben).

Dosis: 

lihat keterangan di atas.