7.4.3 Analgesik Saluran Kemih

Walaupun bukan antiseptik saluran kemih, fenazopiridin berkhasiat mengurangi nyeri di saluran kemih, disuria, desakan berkemih dan beser. Nyeri akut pada kolik ureter dapat dikurangi dengan petidin. Injeksi atau supositoria diklofenak efektif dan setara dengan petidin; AINS kadang-kadang diberikan secara injeksi. Lidokain gel dioleskan secara topikal pada nyeri uretral untuk mengurangi rasa tidak enak saat kateterisasi.

Alkalinisasi urin
Alkalinisasi urin dilakukan dengan pemberian kalium sitrat. Tindakan ini dapat mengurangi rasa tidak enak pada sistitis yang disebabkan oleh infeksi saluran urin bawah. Natrium karbonat digunakan untuk alkalinisasi urin pada beberapa gangguan metabolik dan penyakit ginjal.

Asidifikasi pada urin
Asidifikasi urin sulit dilakukan, kadang-kadang digunakan untuk mengatasi infeksi saluran urin kambuhan dan mencegah pembentukan batu ginjal khususnya pada pasien dengan paraplegia atau dengan kandung kemih neurogenik. Metenamin membutuhkan urin asam untuk bekerja sebagai aktifitas antimikroba.

Amonium klorida dapat digunakan untuk asidifikasi urin tetapi toleransi dapat berkembang dengan cepat. Muntah dan pada dosis besar menyebabkan hipokalemia dan asidosis dapat terjadi. Larutan amonium klorida harus disiapkan segar. Asam askorbat jarang digunakan pada asidifikasi urin karena tidak selalu tepat dan pada dosis tinggi dapat menyebabkan batu ginjal dan hiperoksaluria.

Monografi: 

FENAZOPIRIDIN

Indikasi: 

disuria, beser dan rasa tidak nyaman akibat iritasi saluran kemih

Peringatan: 

menyebabkan urin berwarna jingga atau merah

Interaksi: 

lihat lampiran 1

Kontraindikasi: 

hopotensi, bradikardi, AV

Efek Samping: 

gejala saluran cerna

Dosis: 

2 kali 1 tablet selama 10 hari