ZOTEPIN

Indikasi: 

Skizofrenia.

Peringatan: 

Lihat keterangan di atas; riwayat epilepsi pada pasien atau keluarganya; penghentian obat depresan SSP yang diberikan secara bersamaan, QT interval prolongation- diperlukan pemeriksaan EKG (pada awal terapi dan setiap peningkatan dosis) pada pasien memiliki risiko aritmia; monitor kadar elektrolit, terutama pada awal terapi dan setiap peningkatan dosis; gangguan fungsi hati (lampiran 2); gangguan fungsi ginjal (lampiran 3); hipertrofi prostat, retensi urin, cenderung untuk mengalami glaukoma sudut sempit, ileus paralisis, kehamilan (lampiran 4).

Kontraindikasi: 

Intoksikasi akut dengan depresan SSP, penggunaan bersamaan antipsikosis dosis tinggi; gout akut (hindari selama 3 minggu setelah serangan membaik); riwayat nefrolitiasis; menyusui (lampiran 5).

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas, konstipasi, dispepsia, mulut kering, takikardia, QT interval prolongation, rinitis, agitasi, ansietas, depresi, astenia, sakit kepala, abnormalitas EEG, insomnia, mengantuk, hipertermia atau hipotermia, salivasi meningkat, diskrasia darah (termasuk leukositosis, leukopenia), peningkatan laju endap darah, penglihatan kabur, berkeringat; kurang sering, anoreksia, diare, mual dan muntah, nyeri abdomen, hipertensi, sindrom mirip influenza, batuk, dispnea, rasa bingung, kejang, penurunan libido, gangguan berbicara, vertigo, hiperprolaktinemia, anemia, trombositemia, edema, rasa haus, impotensi, inkontinensia urin, artralgia, mialgia, konjungtivitis, akne, kulit kering, ruam kulit; jarang, bradikardi, epistaksis, pembesaran abdomen, amnesia, ataksia, koma, delirium, hipaestesia, mioklonik, trombositopenia, ejakulasi abnormal, retensi urin, menstruasi yang tidak teratur, miastenia, alopesia, fotosensitivitas; sangat jarang, glaukoma sudut sempit.

Dosis: 

Awal, 25 mg, tiga kali sehari, dapat ditingkatkan berdasarkan respons, dengan interval waktu 4 hari hingga maksimal 100 mg tiga kali sehari; LANSIA, dosis awal 25 mg dua kali sehari ditingkatkan berdasarkan respons, hingga maksimal 75 mg dua kali sehari; ANAK dan REMAJA di bawah 18 tahun, tidak direkomendasikan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id