VANKOMISIN

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

hindari penyuntikan yang cepat (risiko reaksi anafilaktoid); gangguan fungsi ginjal, lansia, pasien dengan riwayat gangguan pendengaran. Perlu dilakukan uji fungsi ginjal dan urinalisis, hitung jenis sel darah. Pada lansia atau pasien gangguan fungsi ginjal, periksa fungsi pendengaran dan kadar vankomisin dalam plasma; kehamilan dan menyusui. Absorpsi sistemik dapat terjadi pada pemberian berulang atau bila ada peradangan saluran cerna.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (vankomisin).

Efek Samping: 

setelah pemberian parenteral: nefrotoksisitas termasuk gagal ginjal dan nefritis interstisial; ototoksisitas (hentikan bila timbul tinitus); gangguan darah seperti netropenia (biasanya setelah 1 minggu atau dosis kumulatif 25 g), kadang-kadang agranulositosis dan trombositopenia; mual, demam, menggigil, eosinofilia, anafilaksis, ruam (termasuk sindrom Stevens-Johnson, dermatitis eksfoliatif dan vaskulitis); flebitis. Pada infus cepat dapat terjadi hipotensi berat (termasuk syok dan henti jantung), napas meninggi, sesak napas, urtikaria, pruritus, kemerahan pada tubuh bagian atas (red man syndrome), nyeri dan kram otot punggung dan dada.

Dosis: 

oral, 125 mg tiap 6 jam selama 7-10 hari,untuk kolitis pseudo membranosa. ANAK di atas 5 tahun, 5 mg/kg bb tiap 6 jam.

Injeksi intravena: 500 mg selama 60 menit atau lebih, tiap 6 jam; atau 1 g selam 100 menit tiap 12 jam. NEONATUS sampai 1minggu, dosis awal 15 mg/kg bb dilanjutkan 10 mg/kg bb tiap 12 jam. BAYI 1-4 minggu, mula-mula 15 mg/kg bb dilanjutkan dengan 10 mg/kg bb tiap 8 jam. Di atas 1 bulan, 10 mg/kg bb tiap 8 jam.

Profilaksis endokarditis.

Catatan: 

Dilakukan pemeriksaan kadar dalam darah. Kadar puncak maksimum 30 mg/liter, kadar lembah maksimum 10 mg/liter.

List Nama Dagang