ULIPRISTAL ASETAT

Indikasi: 

Kontrasepsi darurat selama 72 jam (3 hari) sejak hubungan seksual tanpa kondom atau jika terjadi kegagalan kontrasepsi.

Peringatan: 

Asma berat yang tidak cukup dikendalikan oleh glukokortikoid oral, tidak menggantikan kontrasepsi metode jangka panjang, penggunaan berulang pada siklus mentruasi yang sama, kontrasepsi darurat dengan ulipristal asetat tidak mencegah kehamilan pada setiap kasus. Data yang terbatas terkait efikasi ulipristal asetat pada wanita yang tidak terlindungi pada saat berhubungan seksual setelah lebih dari 72 jam. Jika ada keraguan, terlambat 7 hari pada periode menstruasi berikutnya, perdarahan abnormal pada tanggal perkiraan menstruasi, atau tanda-tanda kehamilan, kehamilan harus diperiksa. Jika kehamilan terjadi setelah penggunaan ulipristal asetat, kemungkinan terjadinya kehamilan di luar rahim. Setelah penggunaan ulipristal asetat, periode menstruasi dapat maju atau mundur beberapa hari dari tanggal perkiraan, menyusui, penyakit hati berat, tidak disarankan penggunaan pada siklus mensturasi yang sama.

Interaksi: 

Dabigatran eteksilat, digoksin: menghambat P-gp substrat. Induktor CYP3A4 (rifampisin, fenitoin, fenobarbital, karbamazepin): menurunkan konsentrasi plasma ulipristal asetat (mengurangi efikasi). Obat yang meningkatkan pH lambung (PPI, antasida, reseptor H2-antagonis): menurunkan konsentrasi plasma ulipristal asetat (mengurangi efikasi). Penggunaan jangka panjang ritonavir: menurunkan konsentrasi plasma ulipristal asetat. Tidak direkomendasikan penggunaan bersama dengan levonogestrel. Ulipristal asetat dapat mengurangi efek kontrasepsi hormon jangka panjang, setelah menggunakan kontrasepsi darurat, dianjurkan selanjutnya dilindungi dengan metode kontrasepsi yang efektif (kondom) sampai menstruasi berikutnya dimulai. Kontrasepsi rutin: dapat mengurangi efek kontrasepsi rutin.

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas, kehamilan.

Efek Samping: 

Umum: gangguan suasana hati, sakit kepala, pusing, mual, nyeri abdomen, muntah, mialgia, nyeri punggung, dysmenorrhea, nyeri panggul, payudara mengeras, lelah. Tidak umum: vaginitis, nasofaringitis, influenza, infeksi saluran kemih, gangguan nafsu makan, gangguan emosi, cemas, insomnia, gangguan hiperaktivitas, perubahan libido, mengantuk, migrain,  gangguan visual, hot flush, nyeri perut bagian bawah, diare, mulut kering, konstipasi, dispepsia, flatulensi, jerawat, lesi kulit, pruritus, menorrhagia, keputihan, gangguan menstruasi, metrorrhagia, perdarahan vagina, premenstrual syndrome, nyeri, iritabilitas, menggigil, malaise, demam. Jarang: infeksi konjungtivitis, hordoleum, penyakit inflamasi panggul, dehidrasi, disorientasi, tremor, gangguan perhatian, disgesia, buruknya kualitas tidur, parosmia, pingsan, rasa abnormal pada mata, okular hiperemia, fotofobia, vertigo, perdarahan, kongesti saluran napas bagian atas, batuk, tenggorokan kering, mimisan, penyakit refluks gastroesofagal, sakit gigi, urtikaria, pruritus genital, nyeri hebat, artralgia, gangguan saluran kemih, kromaturia, nefrolitiasis, nyeri ginjal, nyeri kandung kemih, dysfunctional uterine bleeding, dyspareunia, ruptured ovarian cyst, nyeri vulvovaginal, ketidaknyamanan menstruasi, hipomenorea, rasa tidak nyaman pada dada, inflamasi, haus.

Dosis: 

Satu tablet (30 mg ulipristal asetat) diminum segera, tidak lebih dari 72 jam (3 hari) setelah berhubungan seksual tanpa kondom atau kegagalan kontrasepsi. Jika muntah dalam 3 jam setelah diminum, obat harus diganti dengan yang lainnya.  Obat dapat diminum setiap saat selama siklus menstruasi.