TROSPIUM KLORIDA

Indikasi: 

beser (urinary frequency), dorongan urinasi (urgency), anyang-anyangan (urge incontinence)

Peringatan: 

stenosis pilorus, retensi urin, neuropati autonom, hiatus hernia, hipertiroidisme, penyakit jantung koroner dan gagal jantung kongestif.

Interaksi: 

potensiasi bila diberikan dengan obat yang bekerja antikolinergik seperti amantadin, antidepressan trisiklik; peningkatan kerja takikardia dengan beta-simpatomimetik; penurunan efek jika diberikan bersama obat pro-kinetik seperti metoklopramid; trospium klorida dapat meningkatkan absorpsi obat yang diberikan bersamaan; absorpsi trospium klorida dihambat oleh kolestiramin, kolestipol dan guar.

Kontraindikasi: 

hipersensitif, retensi urin, kondisi gastrointestinal para (toksik megakolon), miastenia gravis, glaukoma sudut sempit, dan takikardia, anak dibawah 12 tahun.

Efek Samping: 

mulut kering, dispepsia, konstipasi, nyeri abdominal, mual.

Dosis: 

Oral, 20 mg dua kali sehari, sebelum makan pada saat perut kosong. Pada pasien gangguan fungsi ginjal berat 20 mg perhari atau tiap dua hari.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id