TOLTERODIN TARTRAT

Indikasi: 

Untuk pengobatan saluran kemih yang overaktif dengan gejala urgensi, frekuensi dan inkontinensia.

Peringatan: 

Digunakan hati-hati pada pasien dengan obstruksi pengeluaran kemih yang signifikan pada risiko retensi urin; gangguan obstruksi saluran pencernaan, misalnya stenosis pyloric; penyakit ginjal; penyakit hati, dosis tidak boleh melebihi 1 mg dua kali sehari; neuropati otonomik; hernia hiatus; alasan organik pada urgensi dan frekuensi harus dipertimbangkan sebelum pengobatan; Penggunaan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 poten, seperti antibiotik makrolid (eritromisin dan klaritomisin) atau anti jamur (ketokonazol, itrakonazol dan mikonazol).

Interaksi: 

Penggunaan bersamaan dengan agonis reseptor antimuskarinik, metoklopramid, cisaprid, obat yang dimetabolisme atau menghambat sitokrom P450 2D6 (CY2D6) atau CYP3A4, fluoksetin.

Kontraindikasi: 

pada pasien dengan retensi urin, glaukoma sudut sempit yang tidak terkontrol, miastenia gravis, hipersensitivitas pada tolterodin dan bahan tambahan, ulcerative colitis berat, toxic megacolon.

Efek Samping: 

Mulut kering, dispepsia, penurunan lakrimasi, konstipasi, abdominal pain, flatulence, muntah, sakit kepala, xerophthalmia, kulit kering, gelisah, parestesia, gangguan akomodasi, nyeri pada dada, reaksi alergi, retensi urin, bingung.

Dosis: 

Dosis yang dianjurkan adalah 2 mg dua kali sehari kecuali pada pasien dengan gangguan fungsi hati dianjurkan dosis 1 mg dua kali sehari. Pada kasus efek samping yang mengganggu dosis dikurangi dari 2 mg dua kali sehari menjadi 1 mg dua kali sehari.Keamanan dan efektivitas pada anak-anak belum diketahui. Penggunaan tolterodin pada anak-anak tidak dianjurkan.Setelah 6 bulan, kebutuhan pengobatan selanjutnya perlu dipertimbangkan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id