TIZANIDIN

Indikasi: 

spastisitas yang berhubungan dengan multiple sclerosis atau cedera maupun penyakit pada sumsum tulang belakang.

Peringatan: 

lansia, gangguan fungsi ginjal (lihat Lampiran 3), kehamilan (lihat Lampiran 4), menyusui (lihat Lampiran 5), pantau fungsi ginjal setiap bulan selama 4 bulan pertama dan pada pasien yang mengalami mual yang tidak diketahui penyebabnya, anoreksia, lelah, penggunaan bersama dengan obat-obat yang dapat memperpanjang interval QT.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1.

Kontraindikasi: 

gangguan fungsi hati berat.

Efek Samping: 

mengantuk, lelah, pusing, mulut kering, mual, gangguan saluran cerna, hipotensi, juga dilaporkan, bradikardi, insomnia, halusinasi dan perubahan enzim hati (hentikan pemakaian apabila gejala tersebut semakin sering terjadi).

Dosis: 

dosis awal 2 mg sehari sebagai dosis tunggal kemudian naikkan sesuai dengan respon yang didapat dengan interval kurang lebih 3-4 hari naikkan 2 mg per hari (diberikan dalam dosis terbagi) biasanya sampai dengan 24 mg sehari dalam dosis terbagi 3-4; dosis maksimum 36 mg sehari; ANAK tidak direkomendasikan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id