TIAMIN (VITAMIN B1)

Indikasi: 

lihat catatan di atas.

Peringatan: 

syok anafilaktik dapat timbul setelah Injeksi (lihat petunjuk di bawah).

Dosis: 

defisiensi kronik ringan, 10-25 mg tiap hari; defisiensi berat 200-300 mg tiap hari. Koma atau delirium oleh alkohol, opioid, atau oleh barbiturat, kolaps sesudah pembiusan, secara Injeksieksi intravena atau infus I/V High potency Injeksi, 2-3 pasang setiap 8 jam. Psikosis menyusul pembiusan atau terapi elektrokonvulsif, toksisitas dari infeksi akut, dengan cara injeksi intravena atau infus I/V High potency atau Injeksi intramuskuler yang dalam pada otot gluteal I/M High potency; 1 pasang dua kali sehari hingga 7 hari.
Haemodialisis, dengan infus intravena I/V High potency (dalam infus natrium klorida 0,9% intravena) 1 pasang tiap 2 minggu. I/M High potency Injection, hanya untuk pengunaan intramuskuler, asam askorbat 500 mg, nikotinamid 160 mg, piridoksin hidroklorida 50 mg, riboflavin 4 mg, tiamin hidroklorida 250 mg /7 mL. Ampul 3.5 mL 2 buah.
I/V High potency Injection, hanya untuk penggunaan intravena, asam askorbat 500 mg, glukosa anhidrat 1 g, nikotinamid 160 mg, piridoksin hidroklorida 50 mg, riboflavin 4 mg, tiamin hidroklorida 250 mg/10 mL. Petunjuk. Karena efek samping alergi yang serius secara potensial dapat timbul ketika, atau segera setelah pemberian Injeksieksi, maka dianjurkan: Penggunaannya dibatasi hanya untuk penderita yang benar memerlukan pengobatan parental.
Injeksieksi intravena harus dilakukan perlahan (dalam 10 menit).
Fasilitas untuk mengatasi syok anafilaksis harus tersedia sewaktu pemberian. Vitamin parenteral B dan C untuk koreksi cepat kehilangan yang berat atau malabsorpsi (misalnya dalam alkoholisme, setelah infeksi akut, pascabedah, atau dalam keadaan psikiatrik) pemeliharaan vitamin B dan C dalam hemodialisis intermiten kronis.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id