TIAMFENIKOL

Indikasi: 

infeksi yang disebabkan oleh Salmonella sp., Hemophilus influenzae (terutama infeksi meningeal), Rickettsia, lyphogranuloma-psittacosis, dan bakteri Gram negatif penyebab bakterimiameningitis; tidak digunakan untuk hepatobilier dan gonore.

Peringatan: 

hanya digunakan untuk infeksi yang sudah jelas penyebabnya; pemakaian dalam waktu lama perlu dilakukan pemeriksaan hematologik secara berkala; sesuaikan dosis pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal, hentikan penggunaan apabila timbul retikulositopenia, leukopenia, trombositopenia atau anemia; lama pemakaian sebaiknya tidak melebihi batas waktu yang ditentukan; kehamilan dan menyusui (dapat menembus plasenta dan diekskresikan melalui ASI); hati-hati pada bayi baru lahir (2 minggu pertama) dan bayi prematur (untuk menghindari timbulnya sindrom Grey); penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan timbulnya mikroorganisme yang tidak sensitif termasuk fungi dan bakteri.

Interaksi: 

penggunaan bersama kloramfenikol dapat mengakibatkan resistensi silang; hati-hati bila digunakan bersama dengan obat-obat yang juga dimetabolisme oleh enzim-enzim mikrosom hati, seperti dikumarol, fenitoin, tolbutamid, dan fenobarbital.

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap tiamfenikol; gangguan fungsi hati dan ginjal yang berat; tindakan pencegahan infeksi bakteri dan pengobatan infeksi trivial, infeksi tenggorokan dan influenza.

Efek Samping: 

diskrasia darah (anemia aplastik, anemia hipoplastik, trombositopenia dan granulositopenia), gangguan saluran pencernaan (mual, muntah, glositis, stomatitis dan diare), reaksi hipersensitif (demam, ruam angioedema, dan urtikaria), sakit kepala, depresi mental, neuritis optik dan sindrom grey.

Dosis: 

Dewasa, anak-anak, dan bayi berusia di atas 2 minggu, 50 mg/kg bb sehari dalam dosis terbagi 3-4 kali sehari.Bayi prematur, 25 mg/kg bb sehari dalam dosis terbagi 4 kali sehari. Bayi berusia di bawah 2 minggu, 25 mg/kg bb sehari dalam dosis terbagi 4 kali sehari.