TIAMAZOL

Indikasi: 

pengobatan hipertiroidism, terutama pada pembengkakan tiroid yang sedikit atau besar (goiter) pada pasien usia muda. Persiapan untuk operasi segala macam hipertiroidisme. Persiapan pasien hipertiroidisme pada rencana pengobatan radioiodine untuk mencegah terjadinya resiko krisis tirorotoksik setelah terapi.

Peringatan: 

Pasien harus memberitahu dokter jika terjadi gejala agranulositosis, seperti demam. Pasien dengan kelaianan fungsi sumsum tulang harus dimonitor. Hati-hati adanya reaksi hepatik yang dapat terjadi seperti disfungsi hati (anoreksia, pruritis). Hati-hati pemakaian pada wanita hamil. Perlu dimonitor nilai TSH (Thyroid Stimulating Hormone) pasien. Hati-hati karena diduga obat ini dapat menyebabkan karsinogenesis, mutagenesis, dan kelainan fungsi kesuburan.

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas; menyusui.

Efek Samping: 

reaksi alergi kulit (gatal, kemerahan, ruam), mual, muntah, nyeri epigastrik, artralgia, parestesia, kehilangan indera pengecap, rambut rontok, mialgia, sakit kepala, pruritis, mengantuk, neuritis, edema, vertigo, pigmentasi kulit, jaundice, sialadenopathy dan limfadenopati. Jarang terjadi demam, nyeri, arthritis, dan gangguan pada indera pengecap. Perubahan jumLah darah, granulositopenia, trombositopenia, anemia aplastik, hipoprotombinemia dan nepritis, agranulositosis, peradangan mukosa oral dan faring, pembentukan furunkules. Efek ini dapat terjadi seminggu hingga sebulan setelah pengobatan, tapi dapat hilang dengan sendirinya. Limpadenitis, pembengkakan akut kelenjar lidah, penurunan angka platelet darah dan konstituen darah lainnya, peradangan pembuluh darah dan saraf, gangguan sensitivitas, terjadi induksi lupus eritematosus (penyakit auto imun), dan sindrom autoimun insulin.

Dosis: 

Pengobatan hipertiroidism: Bloking produksi hormon tiroid dicapai dengan dosis obat 25-40 mg. Terapi utama (untuk mencapai aktivitas metabolisme normal kelenjar tiroid): Dosis maksimum 20-40 mg tergantung pada keparahan penyakit. Untuk kasus ringan, 10 mg 2 kali sehari. Untuk aksus berat, 20 mg 2 kali sehari. Setelah fungsi tiroid normal (biasanya antara 3-8 minggu) maka pada pengobatan jangka panjang dosis obat dikurangi menjadi 5-20 mg perhari; pada terapi tunggal dengan obat ini, dosis tergantung pada aktivitas metabolisme yang harus diperiksa secara individual pada tiap pasien. Perhatikan nilai TSH. Dosis pada kasus ini 2,5 dan 10 mg per hari. Dosis pada anak-anak: dosis tergantung pada parahnya penyakit 0,3-0,5 mg/kg bb per hari. Dosis pemeliharaan, 0,2-0,3 mg/kg bb perhari, dibutuhkan pengobatan tambahan dengan hormon tiroid. Dosis wanita hamil: 2,5-10 mg perhari, pengobatan tanpa penambahan hormon tiroid. Dosis pasien dengan kerusakan hati: dosis diberikan serendah mungkin agar efek terapi tetap tercapai.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id