TERBINAFIN

Indikasi: 

infeksi dermatofita pada kuku; infeksi kurap (termasuk tinea pedis, tinea kruris dan tinea korporis), dimana terapi oral diperlukan (disebabkan tempat, keparahan, atau luas).

Peringatan: 

gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal (lihat Lampiran 3); kehamilan (lihat Lampiran 4), menyusui (lihat Lampiran 5); psoriasis (beresiko bertambah buruk); penyakit gangguan kekebalan tubuh (resiko efek serupa Lupus erithematosus).

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (terbinafin).

Efek Samping: 

ketidaknyamanan pada perut, anoreksia, mual, diare; sakit kepala; ruam kulit dan urtikaria kadang dengan artralgia atau mialgia; gangguan pengecapan (kadang-kadang); hentikan pengobatan jika terjadi toksisitas liver (jarang) (termasuk jaundice, kolestasis, dan hepatitis), angiodema, pusing, rasa badan tidak enak, paraesthesia, hipoasthesia, fotosensitivitas, reaksi kulit serius termasuk sindrom Steven-Johnson dan nekrolisis epidermal toksik (hentikan pengobatan jika terjadi ruam kulit yang progresif); gangguan psikiatri (jarang), kelainan darah (termasuk leukopenia dan trombositopenia), efek menyerupai lupus eritematosus, dan psoriasis yang memburuk.

Dosis: 

250 mg per hari biasanya selama 2-6 minggu untuk tinea pedis, 2-4 minggu untuk tinea kruris, 4 minggu pada tinea korporis, 6 minggu - sampai 3 bulan untuk infeksi kuku (kadang-kadang lebih lama pada infeksi toenail); ANAK (tidak dianjurkan) biasanya selama 2 minggu, tinea kapitis, pada anak berusia di atas 1 tahun, berat badan 10-20 kg, 62,5 mg sekali sehari; berat badan 20-40 kg, 125 mg sekali sehari; berat badan lebih dari 40 kg, 250 mg sekali sehari.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id