TERAZOSIN HIDROKLORIDA

Indikasi: 

pengobatan simptomatik hiperplasia prostat jinak (efek jangka panjang terazosin HCl adalah pada pembedahan, obstruksi urin akut atau komplikasi hiperplasia prostat lain); pengobatan hipertensi (secara tunggal atau dikombinasi dengan antihipertensi lain seperti obat diuretik dan beta-bloker).

Peringatan: 

kanker prostat; gejala hipotensi ortostatik, penurunan tekanan darah, pusing, hipotensi postural, sinkop dan vertigo; hindari mengemudi dan mengoperasikan mesin berbahaya 12 jam setelah dosis awal, setelah peningkatan dosis dan setelah penghentian terapi

Interaksi: 

digunakan hati-hati dengan antihipertensi lain, khususnya antagonis kalsium, verapamil untuk mencegah kemungkinan peningkatan hipotensi yang signifikan. Saat menggunakan tablet terazosin HCl dan antihipertensi lain secara bersamaan, dosis harus dikurangi dan penentuan dosis perlu diulangi.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; peningkatan berat badan, paraesthesia, dispnea, thrombositopenia, kegugupan, penurunan libido, nyeri punggung (back pain) nyeri pada anggota gerak. Dosis awal dapat menyebabkan collapse dikarenakan efek hipotensif (karena itu harus diminum saat beristirahat di atas tempat tidur. Pasien harus diperingatkan untuk berbaring jika gejala seperti pusing, kelelahan, atau berkeringat dan untuk tetap berbaring sampai gejala tersebut mereda.

Dosis: 

Hiperplasia prostat jinak, awal: tidak boleh lebih dari 1 mg pada waktu istirahat. Pasien diawasi selama penggunaan awal untuk meminimalisir risiko respon hipotensi berat. Dosis lanjutan: dosis ditingkatkan bertahap menjadi 2 mg, 5 mg atau 10 mg satu kali sehari untuk memperoleh perbaikan gejala dan/atau tingkat aliran. Umumnya dosis yang diberikan untuk memperoleh respon klinik adalah 10 mg sekali sehari. Namun pengobatan dengan 10 mg selama minimal 4-6 minggu dapat diberikan untuk memperoleh efek yang bermanfaat. Beberapa pasien tidak memperoleh respon klinik meskipun telah dilakukan penetapan dosis. Beberapa pasien merespon dosis 20 mg perhari, namun jumlah pasien tidak cukup untuk menggambarkan kepastian dosis ini. Diperlukan data pendukung untuk penggunaan dosis yang lebih tinggi pada pasien yang tidak cukup kuat atau tidak merespon dosis 20 mg perhari. Jika terazosin HCl dihentikan selama beberapa hari, pengobatan diulangi dengan regimen dosis awal.
Hipertensi, dosis terazosin HCl dan interval dosis (12 atau 24 jam) harus disesuaikan dengan respon tekanan darah masing-masing pasien. Dosis awal: dosis awal tidak boleh lebih dari 1 mg pada waktu istirahat. Regimen dosis awal dipertimbangkan dengan ketat untuk meminimalisir efek hipotensi yang berat. Dosis lanjutan: dosis ditingkatkan perlahan untuk memperoleh respon tekanan darah yang diinginkan. Umumnya rentang dosis 1 mg hingga 5 mg digunakan satu kali sehari, meskipun beberapa pasien mungkin mendapat manfaat dari dosis yang tinggi, 20 mg sehari. Dosis di atas 20 mg tidak boleh diberikan untuk memperoleh efek tekanan darah dan dosis di atas 40 mg tidak pernah dipelajari. Tekanan darah harus dimonitor pada akhir interval dosis untuk memastikan pengawasan dilakukan pada interval dosis. Diperlukan pengukuran tekanan darah 2-3 jam setelah penggunaan untuk melihat jika respon maksimal dan minimal sama, dan untuk mengevaluasi gejala seperti pusing atau palpitasi akibat respon hipotensi yang berlebihan. Jika respon banyak berkurang pada 24 jam, peningkatan dosis atau penggunaan regimen dua kali sehari dapat diberikan. Jika penggunaan terazosin dihentikan selama beberapa hari atau lebih lama, pengobatan diulangi dengan regimen dosis awal. Pada uji klinik, kecuali untuk dosis awal, dosis diberikan pada pagi hari.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id