SULPERAZON (SEFOPERAZON SULBAKTAM)

Indikasi: 

Untuk mengatasi infeksi saluran napas atas dan bawah; Infeksi saluran urin atas dan bawah.Infeksi peritonitis, kolesistisis, kolangitis, dan infeksi intra abdomen lainnya; Infeksi kulit dan jaringan lunak.

Peringatan: 

Pada pasien dengan kelaianan fungsi hati dan ginjal, kadar sefoperazon dalam darah sebaiknya dimonitor dan dilakukan penyesuaian dosis. Dosis tidak boleh lebih dari 2 g/kg bb per hari. Pemakaian obat ini dapat menyebabkan defisiensi vitamin K pada beberapa pasien.

Kontraindikasi: 

Pasien yang alergi terhadap penisilin, sulbaktam, sefoperazon atau sefalosporin lainnya.

Efek Samping: 

Efek pada saluran cerna: diare, mual dan muntah; reaksi dermatologi: kemerahan, urtikaria, eosinofil dan demam; hematologi: neutropenia, penurunan hemoglobin dan hematokrit, eosinofilia trombositopenia, anemia hemolitik; lain-lain: sakit kepala, demam, nyeri di tempat injeksi, chills; kelainan uji laboratorium: pengurangan angka SGOT, SGPT, alkali fosfatase, dan kadar bilirubin; reaksi lokal: rasa nyeri dan plebitis pada tempat injeksi intramuskular; telah dilaporkan adanya reaksi alergi anafilaktik, flushing, berkeringat, sakit kepala, dan takikardi setelah lima hari pemberian sefoperazon.

Dosis: 

Pemakaian untuk dewasa: Rasio 1:1, sulperazon 2-4 g (Aktivitas sulbaktam 1-2 g; Aktivitas sefoperazon 1-2 g). Dosis dapat diberikan setiap 12 jam dalam dosis terbagi yang sama. Pada infeksi yang parah dosis per hari dapat ditingkatkan mencapai 8 g dengan rasio 1:1 (4 g aktivitas sefoperazon). Dosis dapat diberikan setiap 12 jam dalam dosis terbagi yang sama. Dosis maksimum sulbaktam yang direkomendasikan adalah 4 g. Pemakaian untuk pasien dengan kelainan fungsi ginjal: Dosis dapat disesuaikan tergantung penurunan fungsi ginjal (bersihan kreatinin kurang dari 30 mg/menit) sebagai kompensasi terjadinya penurunan bersihan sulbaktam. Pasien dengan bersihan kreatinin 15-30 mL/menit dapat menerima dosis maksimum 1 g sulbaktam diberikan setiap 12 jam (dosis maksimum perhari 2 g sulbaktam), ketika bersihan kreatinin kurang dari 15 mL/menit dapat menerima dosis 500 mg sulbaktam setiap 12 jam (dosis maksimum perhari 1 g sulbaktam). Pada infeksi yang berat, dibutuhkan penambahan sefoperazon. Pemakaiaan pada anak-anak: Rasio 1:1, sulperazon 40-80 mg/kg bb per hari (Aktivitas sulbaktam 20-40 mg/kg bb per hari; Aktivitas sefoperazon 20-40 mg/kg bb per hari). Dosis dapat diberikan setiap 6 sampai 12 jam dalam dosis terbagi yang sama. Pada infeksi yang berat dosis perhari dapat ditingkatkan mencapai 160 mg/kg bb per hari dengan rasio 1:1. Obat dapat diberikan dalam dosis terbagi 2-4 yang sama. Pemakaian pada bayi baru lahir: Pada minggu pertama kelahiran, obat diberikan setiap 12 jam. Dosis maksimum perhari sulbaktam untuk bayi adalah 80 mg/kg bb per hari.