SUFENTANIL

Indikasi: 

Intravena: analgesik tambahan selama induksi dan pemeliharaan keseimbangan anestesi umum, anestesi induksi dan anestesi pemeliharaan pada pasien yang menjalani prosedur operasi besar. Epidural: pengendalian nyeri pasca operasi umum, operasi toraks atau tulang dan operasi caesar.

Peringatan: 

Gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, lansia, kondisi lemah, anak, penggunaan bersama penghambat sitokrom P4503A4, kehamilan, menyusui, mengemudi dan mengoperasikan mesin.

Interaksi: 

Barbiturat, benzodiazepin, neuroleptik, gas halogenik dan nonselektif depresan sistem saraf pusat: dapat meningkatkan depresi pernapasan. Enzim penghambat sitokrom P4503A4 seperti ketokonazol, itrakonazol, ritonavir: menghambat metabolisme sufentanil yang meningkatkan risiko perpanjangan atau terlambatnya depresi pernapasan.

Kontraindikasi: 

Pemberian intravena pada persalinan, intoleransi.

Efek Samping: 

Umum: sedasi, tremor neonatal, pusing, sakit kepala, takikardi, hipertensi, hipotensi, muka pucat, sianosis neonatal, mual, muntah, pruritus, perubahan warna kulit, otot berkedut, retensi urin, inkontinensi urin, pireksia. Tidak umum: rinitis, hipersensitivitas, apati, gugup, ataksia, diskinesia neonatal, distonia, hiperrefleksia, hipertonia, hipokinesia neonatal, somnolen, gangguan penglihatan, aritmia, abnormal elektrokardiogram, hambatan atrioventrikular, bradikardi, sianosis, bronkospasme, batuk, disfonia, cegukan, hipoventilasi, gangguan pernapasan, dermatitis alergi, kulit kering, hiperhidrosis, ruam, ruam neonatal, nyeri punggung, hipotonia neonatal, kaku otot, panas dingin, hipotermia, penurunan suhu tubuh, nyeri lokasi injeksi, reaksi lokasi injeksi, nyeri, peningkatan suhu tubuh. Sangat jarang: syok anafilaktik, reaksi anafilaktik, reaksi anafilaktoid, koma, konvulsi, kontraksi otot paksa, miosis, henti jantung, syok, henti pernafasan, apnoe, penekanan pernafasan, udem paru, lariospasme, eritema, kejang otot.

Dosis: 

Analgesik tambahan: dosis 0.5-5 mcg/kg BB, tambahan dosis 10-25 mcg perlu disesuaikan pada kebutuhan masing-masing pasien dan untuk mengantisipasi sisa waktu operasi. Anestesi: dosis lebih dari 8 mcg/kg BB, dosis tambahan 25-50 mcg cukup untuk mempertahankan kestabilan kardiovaskular selama anestesi. Pengendalian nyeri pasca operasi: dosis awal 30-50 mcg, tambahan 25 mcg dapat diberikan bila terdapat pengurangan efek analgesia. Analgesik tambahan selama proses persalinan: 10 mcg tambahan pada bupivakain epidural, dapat diberikan 2 injeksi kombinasi berikutnya dengan total dosis tidak lebih dari 30 mcg.

Antikolinergik dosis kecil intravena diberikan sebelum pemberian sufentanil intravena untuk mencegah bradikardi. Dosis disesuaikan dengan usia, berat badan, status fisik, kondisi patologis, penggunaan obat lain, dan tipe prosedur pembedahan dan anestesi.