SITAGLIPTIN + METFORMIN

Indikasi: 

terapi tambahan untuk diet dan olah raga pada diabetes mellitus tipe 2 yang tidak teratasi dengan metformin tunggal atau sitagliptin tunggal atau pada pasien yang telah diobati dengan kombinasi dari sitagliptin tunggal dan metformin tunggal.

Peringatan: 

asidosis laktat, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, penurunan kadar serum vitamin B12, alkohol mempengaruhi efek metformin pada metabolisme laktat, proses pembedahan harus dihentikan saat menggunakan obat ini, hipoglikemia, penggunaan bahan iodinasi pada studi kontras intravaskular dapat meningkatkan fungsi ginjal secara akut dan berhubungan dengan asidosis laktat, hati-hati bila terjadi kolaps kardiovaskular, gagal jantung kongestif akut, infark miokard akut dan kondisi lain yang dikarakterisasi oleh hipoksia, kehilangan kontrol glikemik sementara dapat terjadi jika pasien mengalami stress seperti demam, trauma, infeksi atau pembedahan, reaksi hipersensitivitas serius, seperti anafilaksis, angioedema, dan kondisi kulit eksfoliatif seperti sindroma Stevens-Johnson, lanjut usia.

Interaksi: 

Obat-obat kationik (misal amilorid, digoksin, morfin, prokainamid, kuinidin, kuinin, ranitidin, triamterene, trimetoprim, atau vankomisin) yang dieliminasi oleh sekresi tubular ginjal berpotensi memiliki interaksi dengan metformin, kadar digoksin meningkat dengan pemberian bersama sitagliptin, Furosemid meningkatkan kadar plasma metformin, nifedipin meningkatkan absorpsi metformin, metformin memberikan efek minimal pada nifedipin, pemberian dengan tiazid dan diuretik lain, kortikosteroid, fenotiazin, produk tiroid, estrogen, kontrasepsi oral, fenitoin, asam nikotinat, simpatomimetik, obat penghambat saluran kalsium dan isoniazid dapat menyebabkan hiperglikemia dan hilangnya kontrol glikemik.

Kontraindikasi: 

diabetes mellitus tipe 1, diabetes ketoasidosis, penyakit ginjal atau disfungsi ginjal (kadar kreatinin serum ≥1,5 mg/dL (pria), ≥ 1,4 mg/dL (wanita) atau kreatinin klirens abnormal karena kondisi seperti kolaps kardiovaskular (syok), infark miokard akut dan septikemia, asidosis metabolik akut atau kronik, termasuk ketoasidosis diabetes, dengan atau tanpa koma, hipersensitivitas seperti anafilaksis atau angioedema, kombinasi obat ini tidak dapat diberikan pada pasien yang menjalani pemeriksaan radiologis yang melibatkan pemberian bahan radio kontras iodin secara intravascular, pasien yang minum monoterapi sitagliptin dengan dosis yang disesuaikan untuk insufisiensi ginjal tidak boleh berpindah ke kombinasi obat ini.

Efek Samping: 

nasofaringitis, hipoglikemia, mual, muntah, flatulens, rasa tidak nyaman pada lambung, indigestion, astenia, sakit kepala, terdapat laporan pasca pemasaran terjadi reaksi hipersensitivitas termasuk anafilaksis, angioedema, kemerahan, urtikaria dan kondisi exfoliative skin seperti sindroma Stevens-Johnson, infeksi saluran pernafasan atas dan peningkatan enzim hepatik.

Dosis: 

100 mg sitagliptin dan 2000 mg metformin per hari, 2 kali sehari bersama makanan, dengan peningkatan dosis bertahap untuk mengurangi efek samping gastrointestinal karena metformin, pasien yang tidak cukup terkontrol dengan monoterapi metformin: dosis awal harus setara dengan 100 mg dosis harian total sitagliptin (50 mg 2 kali sehari) dan dosis metformin yang telah diminum, pasien yang tidak cukup terkontrol dengan monoterapi sitagliptin: dosis awal 50 mg sitagliptin/500 mg metformin HCl 2 kali sehari, pasien dapat dititrasi hingga 50 mg sitagliptin/1000 mg metformin HCl 2 kali sehari, pasien yang minum monoterapi sitagliptin dengan dosis yang disesuaikan untuk insufisiensi ginjal tidak boleh berpindah ke kombinasi obat ini (lihat kontraindikasi), pasien yang berpindah dari pengobatan sitagliptin yang diberikan bersamaan dengan metformin: dosis awal obat ini sesuai dengan dosis sitagliptin dan metformin yang telah diminum.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id