SITAGLIPTIN

Indikasi: 

sebagai monoterapi, terapi tambahan pada diet dan olahraga pada pasien NIDDM (tipe 2), dalam kombinasi dengan metformin atau agonis PPAR-gamma (misal: tiazolidindion) dimana monoterapi yang disertai dengan diet dan olahraga tidak menghasilkan kontrol glikemik yang adekuat, dalam kombinasi dengan metformin dan sulfonilurea dimana monoterapi yang disertai dengan diet dan olahraga tidak menghasilkan kontrol glikemik yang adekuat.

Peringatan: 

tidak boleh digunakan pada diabetes mellitus tipe 1 atau diabetes ketoasidosis, penggunaan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal memerlukan penyesuaian dosis.

Interaksi: 

penggunaan bersamaan dengan digoksin dapat menyebabkan peningkatan kadar digoksin dalam darah, monitor efek digoksin, pada penggunaan bersamaan dengan insulin dilaporkan hipoglikemi berat.

Kontraindikasi: 

ketoasidosis, gangguan fungsi ginjal (hindari, jika GFR kurang dari 50 mL/menti/1,73 m2), kehamilan, menyusui.

Efek Samping: 

infeksi saluran nafas atas, sakit kepala, nasofaringitis, telah dilaporkan reaksi hipersensitivitas termasuk anafilaksis, angioedema, ruam, urtikaria, cutaneous vasculitis, exfoliative skin termasuk sindrom Stevens-Johnson, peningkatan enzim hepatik, pankreatitis akut termasuk pankreatitis necrotizing dan hemoragik yang fatal dan tidak fatal, konstipasi, muntah, sakit kepala, perburukan fungsi ginjal termasuk gagal ginjal akut (kadang memerlukan dialisis).

Dosis: 

dewasa diatas 18 tahun, 100 mg sekali sehari, sebagai monoterapi atau kombinasi.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id