SIPROTERON ASETAT

Indikasi: 

Lihat keterangan di atas, terapi antiandrogen pada kanker prostat yang dapat dioperasi (bagian 8.3.4.2).

Peringatan: 

tidak efektif untuk hiperseksual pada pria alkohol kronik (hubungan dengan kanker prostat tidak diketahui), lakukan hitung darah awal dan selama pengobatan, pengawasan fungsi hati (fungsi hati harus diketahui sebelum pengobatan, lihat keterangan efek samping), pengawasan teratur fungsi adrenokortikal, diabetes mellitus (lihat kontraindikasi). Mengemudi, lelah dan lassitude dapat menyebabkan gangguan ketrampilan (misalnya mengemudi).

Kontraindikasi: 

penyakit hati (Lampiran 2), sindroma Dubin-Johnson, sindroma Rotor, riwayat jaundis, pruritus, herpes saat hamil, kanker hati, depresi kronik berat, tromboembolik, diabetes berat (dengan perubahan vaskular), anemia sickle-cell, malignant atau wasting disease, hipersensitivitas, remaja di bawah 18 tahun (dapat menyebabkan maturasi dan perkembangan testis).

Efek Samping: 

sangat umum: peningkatan libido, disfungsi ereksi, penghambatan spermatogenesis (reversibel); umum: perubahan berat badan, perasaan tertekan, restlessness (sementara), napas pendek, toksisitas hati (jaundice, hepatitis, gagal hati), ginekomastia, letih, kulit wajah memerah, berkeringat; tidak umum: ruam kulit; jarang: reaksi hipersensitivitas, sangat jarang: tumor hati; tidak diketahui frekuensinya: meniongioma, anemia, kejadian tromboembolik, hemoragik intraabdominal, osteoporosis.

Dosis: 

hiperseksual pria, 50 mg 2 kali sehari, setelah makan, dapat ditingkatkan 2 kali 2 tablet sehari, atau 3 kali 2 tablet sehari, dosis maksimal 300 mg, dosis antiandrogen pada kanker prostat, 100 mg (2 tablet) 2-3 kali sehari (200-300 mg).