SIPROFLOKSASIN

Indikasi: 

infeksi bakteri gram positif dan gram negatif. Profilaksis pada bedah saluran cerna bagian atas. Lihat juga keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas. Hindari alkalinisasi urin berlebihan dan pastikan minum yang cukup (risiko kristaluria); hati-hati pada pengendara kendaraan bermotor, karena dapat menurunkan kewaspadaan, efeknya meningkat dengan adanya alkohol. Interaksi: lihat Lampiran 1 (kuinolon).

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas, juga flatulen, disfagia, pankreatitis, takikardia, hipotensi, udem, kemerahan, berkeringat, gangguan dalam bergerak, tinnitus, vaskulitis, tenosinovitis, eritema, nodosum, hemorrhagic bullae, petechiae dan hiperglikemia; nyeri dan flebitis pada tempat penyuntikan.

Dosis: 

oral: infeksi saluran napas, 250-750 mg dua kali sehari.

Infeksi saluran kemih, 250-500 mg dua kali sehari (untuk akut tanpa komplikasi, 250 mg dua kali sehari selam 3 hari). Gonore 500 mg dosis tunggal.

Infeksi Pseudomonal saluran pernafasan bawah pada cystic fibrosis 750 mg dua kali sehari; ANAK 5-17 tahun (lihat Peringatan di atas), sampai 20 mg/kg bb dua kali sehari (maksimal 1,5 g sehari).

Infeksi lain, 500-750 mg dua kali sehari. Profilaksis bedah, 750 mg 60-90 menit sebelum operasi.

Injeksi intravena: (selama 30-60 menit), 200-400 mg dua kali sehari.

Infeksi Pseudomonal saluran pernafasan bawah pada cystic fibrosis 400 mg dua kali sehari. ANAK 5-17 tahun (lihat Peringatan di atas), sampai 10 mg/kg bb tiga kali sehari (maksimal 1,2 g sehari).

Infeksi saluran kemih, 100 mg dua kali sehari. Gonore, 100 mg dosis tunggal.

ANAK: tidak dianjurkan (lihat Peringatan di atas). Tapi bila pertimbangan manfaat risiko menguntungkan, oral: 10-30mg/kg bb/hari dibagi dua dosis; intravena: 8-16 mg/kg bb/hari dibagi dua dosis.

Antraks (pengobatan dan profilaksis setelah terpapar, lihat keterangan diatas), oral, 500 mg sehari dua kali; ANAK 30 mg/kg bb/hari dibagi dua dosis (maksimal 1 g per hari) Injekasi intravena, 400 mg sehari dua kali; ANAK 20 mg/kg bb/hari dibagi 2 dosis (Maksimal 800 mg per hari).