SILOSTAZOL

Indikasi: 

mengobati gejala-gejala iskemia seperti ulkus, rasa sakit dan dingin pada penyakit oklusi arteri kronik.

Peringatan: 

hati-hati pemberian pada waktu menstruasi, tendensi pendarahan, pasien dengan terapi antikoagulan, antiplatelet (seperti warfarin, aspirin, tiklodopin), pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal. Pemberian pada kehamilan dan menyusui tidak dianjurkan. Keamanan pada bayi belum diketahui.

Interaksi: 

lampiran 1 (silostazol).

Kontraindikasi: 

predisposisi pada pendarahan (seperti tukak lambung aktif, stroke hemoragik pada 6 bulan terakhir, operasi pada 3 bulan terakhir, proliperatif retinopati akibat diabetes, hipertensi yang tidak dikontrol); riwayat takikardi ventrikel, fibrilasi ventrikel, dan multifokal ventrikel ectopics, perpanjangan interval QT, gagal jantung kongestif; gangguan fungsi hati sedang hingga berat; gangguan fungsi ginjal (lampiran 3); kehamilan (lampiran 4); menyusui (lampiran 5).

Efek Samping: 

sangat sering: diare, kotoran tidak normal, sakit kepala; mual, muntah, dispepsia, perut kembung, nyeri perut; takikardi, jantung berdebar, angina, aritmia, nyeri dada; rhinitis; pusing; ekimosis; ruam kulit, gatal; edema, astenia;

Lebih jarang: gastritis, infark miokard, gagal jantung kongesti, hipotensi postural, insomnia, kecemasan, mimpi abnormal, dispnoea, pneumonia, batuk, reaksi hipersensitif, diabetes mellitus, anemia, pendarahan, trombositemia, nyeri otot, gangguan fungsi ginjal.

Dosis: 

dewasa, 100 mg 2 kali sehari (30 menit sebelum atau 2 atau 2 jam setelah makan).

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id