SEFUROKSIM

Indikasi: 

profilaksis tindakan bedah, lebih aktif terhadap Hemophilus influenzae dan N. gonorrhoeae. Lihat juga sefaklor.

Peringatan: 

lihat sefaklor.

Kontraindikasi: 

Alergi terhadap antibiotik golongan sefalosporin.

Efek Samping: 

lihat sefaklor.

Dosis: 

oral: Untuk sebagian besar kasus, termasuk infeksi saluran napas atas dan bawah: 250 mg dua kali sehari. Untuk kasus berat, dapat ditingkatkan dua kali lipat. Infeksi saluran kemih: 125 mg dua kali sehari. Untuk pielonefritis: 250 mg dua kali sehari. Gonore: 1 gram dosis tunggal. ANAK di atas 3 bulan: 125 mg dua kali sehari. Untuk otitis media pada anak lebih dari 2 tahun dapat diberikan 250 mg dua kali sehari.

Parenteral: injeksi intramuskuler, bolus intravena atau infus 750 mg tiap 6-8 jam. pada infeksi berat: 1,5 g tiap 6-8 jam. Pemberian lebih dari 750 mg hanya boleh secara intravena.

ANAK: 30-100 mg/kg bb/hari (rata-rata 60 mg/kg bb/hari), dibagi dalam 3-4 dosis. Gonore: 1,5 g injeksi intramuskuler, dosis tunggal, pada dua tempat suntikan. Profilaksis bedah: 1,5 g injeksi intravena, pada saat induksi. Dapat ditambahkan 750 mg intramuskuler 8-16 jam kemudian (bedah abdomen, pelvis dan ortopedi), atau 750 mg, intramuskular tiap 8 jam selama 24-48 jam berikutnya (bedah jantung, paru dan esofagus). Meningitis: 3 g, injeksi intravena, tiap 8 jam.

ANAK: 200-240 mg/kg bb/hari dibagi dalam 3-4 dosis. Dosis diturunkan menjadi 100 mg/ kg bb/hari setelah 3 hari atau setelah adanya perbaikan klinis. NEONATUS, 100 mg/kg bb/hari, kemudian diturunkan menjadi 50 mg/kg bb/hari.