SEFOPERAZON

Indikasi: 

Infeksi saluran napas bawah dan atas, infeksi saluran urin, peritonitis, kolesistitis, kolangitis, dan infeksi intra abdomen lainnya, septikemia, infeksi kulit dan jaringan kulit, infeksi tulang dan sendi. penyakit inflamasi pelvis, endometritis, gonore, dan infeksi saluran genital lainnya.

Peringatan: 

Hati-hati pemakaian obat pada wanita menyusui; Pemakaian obat untuk wanita hamil hanya jika sangat diperlukan; Keamanan dan efektivitas obat pada anak-anak belum dibuktikan; Pemakaian obat pada bayi prematur dan bayi baru lahir harus mempertimbangkan manfaat resiko pemberian obat.

Kontraindikasi: 

Alergi terhadap antibiotik golongan sefalosporin.

Efek Samping: 

Hipersensitivitas: kemerahan makulopapular, urtikaria, eosinofilia, dan demam. Efek pada darah: penurunan neutrofil (neutropenia), pengurangan hemoglobin dan hematokrit, eosinofilia transient, hipoprotombinemia; Hati: penurunan kadar alkali fosfatase, SGOT, dan SGPT; Saluran cerna: Altered bowel habit (loose stools dan diare), efek ini akan hilang jika terapi dihentikan; Reaksi lokal: flebitis dan rasa nyeri pada tempat penyuntikan.

Dosis: 

Dewasa, 2-4 g perhari, dalam dosis terbagi, diberikan setiap 12 jam. Pada infeksi yang berat dosis ditingkatkan menjadi total 8 g perhari dalam dosis terbagi, diberikan setiap 12 jam. Atau 12 g perhari diberikan dalam dosis terbagi setiap 8 jam, dengan dosis maksimum 16 g perhari. Dosis untuk pengobatan uretritis gonokokal 500 mg secara intramuskular dalam dosis tunggal. Untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal dosis 2-4 g perhari. Bayi kurang dari 8 hari dan anak-anak, 50-200 mg/kg bb perhari diberikan setiap 12 jam. Dosis dapat dinaikkan menjadi 300 mg/kg bb per hari untuk pengobatan meningitis tanpa komplikasi.