SEFETAMET

Indikasi: 

infeksi telinga, hidung dan tenggorokan (otitis media, sinusitis, pharyngotonsilitis); infeksi saluran pernafasan bagian bawah (serangan akut bronkitis kronis, trakeobronkitis, pneumonia); infeksi saluran urin (infeksi saluran urin yang tidak berkomplikasi, infeksi saluran urin yang berkomplikasi (termasuk pielonefritis akut primer), uretritis gonokok akut pada pria.

Peringatan: 

diare berat, kolitis dan kolitis pseudomembran; komplikasi yang ditimbulkan oleh toksigenik Clostridium difficile dapat terjadi selama atau sesudah pengobatan; gangguan fungsi ginjal (lihat pada dosis); kehamilan; neonatus dan menyusui (khasiat dan keamanan belum diketahui dengan pasti).

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap sefalosporin dan penisilin.

Efek Samping: 

diare, mual, muntah, nyeri abdomen, rasa tidak enak pada perut, nyeri perut, flatulensi, panas dalam perut, peningkatan bilirubin, peningkatan transaminase yang bersifat sementara, perasaan gatal, urtikaria, udem lokal, kulit merah, eksantema, purpura, lemah, letih, sakit kepala, pusing, leukopenia yang bersifat sementara atau eosinofilia, peningkatan platelet yang bersifat sementara, gingivitis, proktitis, vaginitis, dan konjungtivis.

Dosis: 

dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun, oral, 500 mg 2 kali sehari Anak hingga usia 12 tahun, oral, 10 mg/kg bb 2 kali sehari.Infeksi saluran urin yang berkomplikasi, dosis total per hari dapat diberikan sebagai dosis tunggal, 1 jam sebelum atau sesudah makan malam. Uretritis gonokokal pada pria dan sistitis yang tidak berkomplikasi pada wanita, dosis tunggal 1500-2000 mg diberikan 1 jam sebelum atau sesudah makan (pada kasus sistitis, lebih baik diberikan pada malam hari). Instruksi dosis khusus: dosis yang dianjurkan untuk dewasa tidak perlu dimodifikasi pada pasien lansia, dosis untuk anak (dosis standar 10 mg/kg bb), untuk berat badan < 15 kg dosis 125 mg, untuk berat badan 16-30 kg dosis 250 mg, untuk berat badan 31-40 kg dosis 375 mg, untuk berat badan > 40 kg dosis 500 mg; anak hingga usia 12 tahun: dosis tidak melebihi 500 mg 2 kali sehari. Gangguan fungsi ginjal : penyesuaian dosis diperlukan pada pasien dengan kegagalan fungsi ginjal sedang sampai berat (bersihan kreatinin kurang dari 40 mL/min), dosis yang dianjurkan untuk dewasa yaitu : bersihan kreatinin lebih besar dari 40 mL/menit, 500 mg tiap 12 jam, bersihan kreatinin 10-40 mL/menit, 125 mg, tiap 12 jam, bersihan kreatinin lebih kecil atau sama dengan 10 mL/menit, dosis permulaan 500 mg kemudian 125 mg, tiap 12 jam; untuk pasien dengan bersihan kreatinin lebih kecil dari 10 mL/menit, dianjurkan agar diberikan dosis standar normal (500 mg) sebagai dosis permulaan pada hari pertama pengobatan; pada pasien yang sering mengalami hemodialisa, dosis standar normal 500 mg, diberikan pada akhir setiap hemodialisa.Pasien dengan gangguan fungsi hati tanpa asites, diberikan dosis standar yang dianjurkan.