SEFDITOREN PIVOKSIL

Indikasi: 

untuk terapi infeksi yang disebabkan oleh strain yang peka pada Community acquired pneumoniae (CAP), eksaserbasi akut pada bronkitis kronis, faringotonsilitis, sinusitis akut, infeksi kulit dan jaringan lunak yang tidak kompleks.

Peringatan: 

pasien dengan sejarah hipersensitif penisilin; pasien dengan predisposisi personal atau keluarga terhadap gejala alergi seperti asma bronkial, exanthema, atau urtikaria; gangguan fungsi ginjal berat, pasien lansia, pasien dengan asupan makanan yang kurang atau sedang diberi infus makanan dan pasien dalam kondisi kesehatan yang buruk, pasien yang kurang sehat, wanita hamil dan menyusui.

Kontraindikasi: 

pasien dengan riwayat syok anafilaksis terhadap zat aktif atau komponen lain dari obat.

Efek Samping: 

diare, mual, perasaan tidak nyaman pada perut, exanthema, peningkatan SGOT, SGPT dan eosinophilia. Selain itu efek samping yang secara klinis bermakna adalah gejala shok anafilaksis, kolitis serius, sindroma Steven Johnson dan nekrolisis epidermal toksik, pneumonia interstisial, gangguan fungsi hati, disfungsi ginjal serius, agranulositosis.

Dosis: 

infeksi pneoumoniae karena lingkungan, 400 mg dua kali sehari, selama 14 hari; eksaserbasi akut dari bronkitis kronik, 200 mg dua kali sehari, selama 10 hari; faringotonsilitis, 200 mg dua kali sehari, selama 10 hari; infeksi ringan dari kulit dan jaringan lunak, 200 mg dua kali sehari, selama 10 hari. Diberikan sesudah makan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id