SEFAKLOR

Indikasi: 

infeksi bakteri gram positif dan gram negatif, lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

sensitivitas terhadap antibakteri beta-laktam (hindari jika ada riwayat hipersensitivitas), gangguan ginjal (lampiran 3), kehamilan dan menyusui (tetapi boleh digunakan), positif palsu untuk glukosa urin (jika diuji untuk penurunan glukosa), positif palsu pada uji Coombs.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (sefalosporin).

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas terhadap sefalosporin.

Efek Samping: 

diare dan kolitis yang disebabkan oleh antibiotik (keduany a karena penggunaan dosis tinggi), mual dan muntah, rasa tidak enak pada saluran cerna, sakit kepala, reaksi alergi berupa ruam, pruritus, urtikaria, serum sickness-like reactions dengan ruam, demam dan artralgia, anafilaksis, sindroma Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksis, gangguan fungsi hati, hepatitis transien dan kolestatik jaundice; eosinofil, gangguan darah (trombositopenia, leukopenia, agranulositosis, anemia aplastik, anemia hemolitik); nefritis interstisial reversibel, gangguan tidur, hiperaktivitas, bingung, hipertonia dan pusing, nervous.

Dosis: 

250 mg tiap 8 jam, untuk infeksi berat dosis dapat dinaikkan dua kali lipat, maksimum 4 g per hari; ANAK di atas 1 bulan: 20 mg/kg bb/hari dalam tiga dosis terbagi, untuk infeksi berat dosis dapat dinaikkan dua kali lipat, maks 1 g sehari; atau 1 bulan? tahun, 62,5 mg tiap 8 jam. ANAK berusia 1-5 tahun: 125 mg. Di atas 5 tahun: 250 mg. Untuk infeksi berat dosis dapat dinaikkan dua kali lipat.

List Nama Dagang