ROSUVASTATIN KALSIUM

Indikasi: 

hiperkolesterol primer (tipe IIa termasuk heterozigot familial) atau dislipidemia campuran (tipe IIb) sebagai terapi tambahan jika upaya diet dan olah raga tidak mencukupi.

Interaksi: 

lihat lampiran 1, antagonis Vitamin K, gemfibrozil, siklosporin, antasida, enzim sitokrom P450, eritromisin, kontrasepsi oral.

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap obat dan komponennya, penyakit liver aktif (termasuk peningkatan serum transaminase dan serum transaminase lain melebihi 3 kali batas normal yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya), miopati, memperoleh siklosporin, hamil dan menyusui.

Efek Samping: 

lihat di atas; sakit kepala, pusing, asthenia proteinuria, nyeri otot, konstipasi, mual, nyeri abdomen, jarang terjadi proteinuria, kuning, artralgia, jaundice, polineuropati. Rhabdomiolisis pernah dilaporkan pada pengunaan dosis 80 mg.

Dosis: 

Sebelum menggunakan Rosuvastatin pasien harus melakukan diet rendah kolesterol terus selama pengobatan. Dosis awal 10 mg sekali sehari jika perlu ditingkatkan menjadi 20 mg sekali sehari setelah 4 minggu; Dosis 40 mg sekali sehari hanya boleh diberikan pada pasien dengan hiperkolesterol berat (termasuk hiperkolesterol familial) yang tidak memberikan hasil dengan 20 mg.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id