ROKSITROMISIN

Indikasi: 

infeksi THT, bronkopulmonal, genital (kecuali infeksi gonokokal), dan kulit yang disebabkan oleh organisme yang sensitif terhadap roksitromisin.

Peringatan: 

insufisiensi hati, miastenia gravis, pasien dengan kelainan perpanjangan interval QT bawaan, pasien yang mengonsumsi antiaritmia kelas IA dan III, kehamilan, menyusui.

Interaksi: 

derivat ergot, terfenadin, digoksin, antiaritmia Kelas IA dan III, midazolam.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, terapi kombinasi dengan ergotamin dan preparat sejenis lainnya.

Efek Samping: 

mual, muntah, nyeri epigastrik (dispepsia), diare (terkadang berdarah), gejala pankreatitis, reaksi hipersensitivitas seperti eritema multiform, urtikaria, ruam kulit, pruritus, purpura, angioedema, jarang terjadi reaksi sistemik seperti bronkospasme, reaksi seperti anafilaksis, pusing, sakit kepala, paraestesia, gangguan pengecapan (termasuk ageusia), gangguan penciuman (termasuk anosmia), telah dilaporkan: udema seluruh tubuh, asma, udema glottic, exoliative dermatitis, sindrom Steven-Johnson, peningkatan sementara kadar enzim transaminase dan/atau fosfatase alkali, terutama kolestatis atau hepatitis akut hepatoselular (terkadang bersamaan dengan jaundice), eosinofilia, superinfeksi, halusinani.

Dosis: 

dewasa: 300 mg 1 kali sehari atau 2 x 150 mg 1 kali sehari atau 150 mg 2 kali sehari, pada pagi dan malam hari, anak: 24-40 kg, 100 mg 2 kali sehari pada pagi dan malam hari, dosis yang digunakan 5-8 mg/kg bb/hari dalam 2 dosis terpisah selama tidak lebih dari 10 hari, sebaiknya diberikan sebelum makan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id