RIVASTIGMIN

Indikasi: 

demensia ringan hingga sedang pada penyakit Alzheimer atau parkinson.

Peringatan: 

tukak duodenum atau gastrik (sensitif mengalami tukak); monitor berat badan; sindrom sinus; abnormalitas konduksi jantung; riwayat asma atau penyakit paru obstruksi kronis; riwayat seizure; obstruksi aliran keluar dari kandung kemih; gangguan fungsi hati (hindari jika berat-lampiran 2); gangguan fungsi ginjal; kehamilan (lampiran 4).

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (parasimpatomimetik).

Kontraindikasi: 

menyusui (lampiran 5).

Efek Samping: 

mual, muntah, diare, dispepsia, anoreksia, nyeri abdomen, pusing, sakit kepala, mengantuk, tremor, astenia, malasia, agitasi, rasa bingung; berkeringat, berat badan berkurang; kurang sering terjadi, pingsan, depresi, insomnia; jarang, tukak duodenum atau gastrik, angina pektoris, seizure; sangat jarang, perdarahan saluran cerna, pankreatitis, aritmia jantung, bradikardi, hipertensi, halusinasi, gejala ekstrapiramidal (termasuk memperburuk penyakit parkinson) dan ruam kulit.

Dosis: 

Awal, 1,5 mg dua kali sehari, ditingkatkan sebesar 1,5 mg dua kali sehari dalam waktu sekurang-kurangnya 2 minggu menurut respon dan toleransi; rentang dosis lazim 3-6 mg dua kali sehari; maksimal 6 mg dua kali sehari.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id