RIVAROKSABAN

Indikasi: 

mengurangi risiko stroke dan embolisme pada pasien atrial fibrilasi nonvalvular dengan riwayat stroke atau TIA atau pada pasien atrial fibrilasi nonvalvular dengan skor CHADS2 > 2, trombosis vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT).

Peringatan: 

risiko hemoragi, gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi hepar.

Interaksi: 

pemberian bersamaan dengan ketokonazol, ritonavir dan antikoagulan dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, pendarahan, penyakit hati yang terkait koagulopati dan risiko pendarahan yang relevan, kehamilan dan menyusui, pemberian bersamaan dengan antijamur azol.

Efek Samping: 

umum: anemia, pusing, sakit kepala, pingsan, hemoragik mata (termasuk hemoragik konjungtiva), takikardi, hipotensi, hematoma, epistaksis, hemoragik gastronintestinal (termasuk gingival bleeding, hemoragik rektal), nyeri ekstremitas, perdarahan saluran kencing (termasuk hematuria, menoragia), demam, edema perifer, letih, astenia, peningkatan transaminase, perdarahan pasca operasi (termasuk anemia, perdarahan luka), bingung; Tidak umum: trombositemia (termasuk peningkatan jumlah platelet), reaksi alergi, alergi dermatitis, hemoragik intrakarnial dan serebral, hemoptisis, mulut kering, abnormal fungsi hati, urtikaria, hemoragik kulit dan subkutan, hemartrosis, gangguan fungsi ginjal (termasuk peningkatan kreatinin darah, peningkatan urea darah), malaise, edema lokal, peningkatan bilirubin, peningkatan fosfatase alkali, peningkatan amilase, peningkatan GGT, wound secretion; Jarang; jaundice, hemoragik otot, peningkatan bilirubin terkonjugasi (dengan atau tanpa peningkatan ALT); frekuensi tidak diketahui; pembentukan pseudoaneurisme setelah dilakukan intervensi perkutan, compartment syndrom seconday to a bleeding, gagal ginjal/gagal ginjal akut akibat perdarahan yang menimbulkan hipoperfusi.

Dosis: 

20 mg sekali sehari (dosis maksimal), untuk DVT: 15 mg dua kali sehari (dosis maksimal 30 mg, jika lupa dapat diminum sekaligus dua tablet), untuk tiga minggu pertama diikuti selanjutnya 20 mg sekali sehari (dosis maksimal).