RISPERIDON

Indikasi: 

psikosis akut dan kronik, mania.

Peringatan: 

Lihat keterangan di atas (termasuk saran pada antipsikotik atipikal, dan stroke); penyakit parkinson, kehamilan (lampiran 4), gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal (lampiran 3).

Interaksi: 

lihat lampiran 1.

Kontraindikasi: 

Menyusui (Lampiran 5).

Efek Samping: 

Lihat keterangan di atas; insomnia, agitasi, ansietas, sakit kepala. Kurang umum terjadi: Mengantuk, gangguan konsentrasi, lelah, pandangan kabur, konstipasi, mual dan muntah, dispepsia, nyeri abdominal, hiperprolaktinemia (dengan galaktorea, gangguan menstruasi, ginekomastia), disfungsi seksual, priapisme, inkontinensia urin, takikardi, hipertensi, udem, ruam kulit, rhinitis, trauma serebrovaskular, dilaporkan juga terjadinya neutropenia dan trombositopenia. Jarang terjadi: kejang, hiponatremia, pengaturan temperatur yang abnormal, serta epitaksis.

Dosis: 

Psikosis, 2 mg dalam 1-2 dosis terbagi pada hari pertama, kemudian 4 mg dalam 1-2 dosis terbagi pada hari kedua (titrasi dosis yang lebih lambat dibutuhkan dibutuhkan pada beberapa pasien). Dosis lazim 4-6 mg per hari. Dosis di atas 10 mg per hari hanya jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya (maksimum 16 mg per hari). Lansia (atau pada gangguan fungsi hati atau ginjal) dosis awal 500 mcg dua kali sehari dan naikkan bertahap sebesar 500 mcg hingga mencapai 1-2 mg, dua kali sehari. Anak-anak di bawah 15 tahun tidak direkomendasikan. Mania, Dosis awal 2 mg, satu kali sehari, naikkan dosis jika perlu secara bertahap sebanyak 1 mg per hari. Dosis lazim 1-6 mg per hari; lansia (atau pada gangguan fungsi hati atau ginjal) dosis awal 50 mcg dua kali sehari, naikkan dosis bertahap sebesar 500 mcg dua kali sehari hingga mencapai 1-2 mg dua kali sehari.