RIBAVIRIN

Indikasi: 

mengobati Hepatitis C kronis dalam kombinasi dengan interferon alfa 2b; bronkiolitis berat karena respiratory synctial virus (RSV) pada bayi dan anak-anak.

Peringatan: 

Khusus untuk penggunaan inhalasi: terapi supportif cairan dan pernafasan harus dikontrol dengan baik, monitor elektrolit dengan ketat. Khusus untuk penggunaan sediaan oral: harus menghindari terjadinya kehamilan setelah 4 bulan pengobatan pada wanita dan setelah 7 bulan pada laki-laki (ribavirin diekskresikan pada semen/cairan sperma). Harus dilakukan pemeriksaan EKG sebelum dan selama pengobatan pada pasien penyakit jantung. Pengobatan dihentikan jika kondisi EKG memburuk. Hati-hati pada pasien gout; Harus dilakukan pemeriksaan hematologi lengkap, fungsi hati dan asam urat sebelum pengobatan dan kemudian pada minggu ke-2 dan ke-4. Dosis disesuaikan jika terjadi efek samping atau terjadi abnormalitas pada hasil laboratorium.

Kontraindikasi: 

Hamil dan menyusui, penyakit jantung parah, hemoglobinopati, gangguan ginjal, disfungsi hati parah, atau sirosis dekompensasi, penyakit otoimun, ada riwayat penyakit jiwa.

Efek Samping: 

Lemas, sakit kepala, gejala seperti flu, mual, insomnia, menggigil, anoreksia, mialgia, depresi, dispnea, faringitis, iritabilitas.

Dosis: 

Tidak efektif sebagai monoterapi untuk pengobatan Hepatitis C. Harus dikombinasi dengan interferon alfa-2b (3 MIU, 3 kali seminggu) Dosis oral: 1000-1200 mg per hari dalam 2 dosis terbagi (pagi dan malam), dalam kombinasi dengan larutan injeksi interferon alfa-2b selama 24-48 minggu untuk pasien yang belum mendapat pengobatan atau selama 24 minggu untuk pasien kambuhan. Dosis ribavirin tergantung berat badan pasien; Berat badan kurang dari atau sama dengan 75 kg: 1000 mg per hari dengan cara 400 mg pagi hari dan 600 mg malam hari. Berat badan > 75 kg: 1200 mg per hari dengan cara 2 kali 600 mg.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id