RANITIDIN BISMUTH SITRAT

Indikasi: 

mengatasi tukak duodenum dan tukak lambung ringan; eradikasi H. pylori dan mencegah tukak duodenum kambuhan, dalam kombinasi dengan klaritromisin atau amoksisilin.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas; lihat juga pada Trikalium disitratobismuthat; gangguan fungsi ginjal (lihat Lampiran 3)

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (Antagonis H2 Histamin) dan keterangan di atas

Kontraindikasi: 

Kehamilan (lihat Lampiran 4); menyusui (lihat Lampiran 5); porfiria

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; dapat membuat warna lidah lebih gelap atau menghitamkan feses; takikardi (jarang), agitasi, gangguan penglihatan, alopesia, eritema multiforme, vaskulitis (sangat jarang)

Dosis: 

Tukak duodenum atau tukak lambung ringan, 400 mg dua kali sehari, lebih disarankan diminum bersama dengan makanan, selama 8 minggu pada tukak lambung ringan atau 4-8 minggu pada tukak duodenum; Anak: tidak direkomendasikan.

Eradikasi H. pylori, lihat regimen dosis eradikasi (1.3) atau 400 mg dua kali sehari dengan amoksisilin 500 mg, empat kali sehari (dua gram sehari) atau klaritromisin 250 mg, empat kali sehari atau 500 mg tiga kali sehari (total dosis sehari, 1-1,5 g) selama dua minggu pertama dan diikuti dengan ranitidin bismuth sitrat 400 mg, dua kali sehari; pengobatan dengan ranitidin bismuth sitrat sebaiknya dilanjutkan selama total 4 minggu; pengobatan jangka panjang (pemeliharaan) tidak direkomendasikan. (maksimum total lama pengobatan adalah 16 minggu dalam tiap 1 tahun); Anak: tidak direkomendasikan.

Konseling: Mungkin membuat warna lidah lebih gelap dan menghitamkan feses. Pemberian dua kali sehari dilakukan pada pagi dan sore hari.