RANIBIZUMAB

Indikasi: 

pengobatan neovaskular degenerasi makular yang terkait usia (AMD – age-related macular degeneration).

Peringatan: 

Pemberian per injeksi intravitra telah diketahui berkaitan dengan endoftalmitis, inflamasi intraokular, rhegmatogenous retinal detachment, tanggalnya retina, dan iatrogenic traumatic cataract. Meningkatkan tekanan intraocular, sehingga pemberian harus selalu dipantau.Belum ada studi pada wanita hamil, pemberian pada wanita hamil hanya apabila benar-benar diperlukan. Penggunaan pada wanita usia produktif harus dilindungi dengan kontrasepsi.Dapat menyebabkan gangguan visus, dapat mengurangi ketrampilan mengemudi atau menjalankan mesin.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, pasien dengan infeksi periokular atau ocular, pasien dengan inflamasi ocular aktif.

Efek Samping: 

sakit kepala, pening, Pada mata dapat menyebabkan pendarahan konjungtiva, nyeri, vitreus floaters, pendarahan retina, vitreus detachment, inflamasi intraocular, iritasi mata, katarak, rasa seperti kelilipan, gangguan visus, blefaritis, fibrosis sub retinal, ocular hiperemi, pandangan kabur, mata kering, vitritis. Pada saluran napas dapat menyebabkan naso-faringitis, infeksi saluran napas atas, flu. Pada saluran cerna menyebabkan nausea, konstipasi. Juga dapat timbul atralgia, nyeri punggung, arthritis, anemia. Sangat sering terjadi hipertensi atau kenaikan tekanan darah.

Dosis: 

Hanya oleh oftalmologis yang berpengalaman dan berkompeten, 0,5 mg (0,05 mL) injeksi intravitral, Pengobatan dimulai dengan satu injeksi perbulan selama 3 bulan, kemudian dievaluasi. Bila pasien masih kehilangan >5 huruf pada visual aquity (ETDRS atau ekivalen 1 baris Snellen), pengobatan dapat dilanjutkan. Interval dosis tak boleh kurang dari 1 bulan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id