RAMELTEON

Indikasi: 

insomnia, yang ditandai dengan kesulitan tidur.

Peringatan: 

Seperti obat hipnotik yang lain, penggunaan obat ini dapat mengakibatkan eksaserbasi insomnia, gangguan kognitif dan abnormalitas tingkah laku serta perburukan depresi (termasuk keinginan bunuh diri) pada pasien depresi primer; hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan hati sedang; tidak boleh digunakan pada penderita dengan gangguan hati yang parah. Hati-hati penggunaan pada pengguna alkohol; penderita yang mendapat obat penghambat CYP1A2; mengendarai kendaraan bermotor dan menjalankan mesin. Tidak dianjurkan pada penderita Severe Sleep Apnea atau penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK); Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada pasien gangguan ginjal ringan sampai berat termasuk pasien hemodialisis. Tidak dianjurkan penggunaan pada ibu hamil dan menyusui. Keamanan dan efektifitas penggunaan pada anak-anak belum ditetapkan.

Interaksi: 

Tidak boleh digunakan bersama fluvoksamin (inhibitor kuat CYP1A2 ). Efikasi dapat menurun jika diberikan bersamaan dengan enzim penginduksi kuat CYP seperti rifampisin. Hati-hati penggunaan pada penderita yang juga mendapat obat inhbitor CYP3A4 seperti ketokonazol dan inhibitor kuat CYP2C9 seperti flukonazol.

Kontraindikasi: 

penderita hipersensitif, penyakit hati berat, pemberian bersama fluvoksamin.

Efek Samping: 

mengantuk, pusing, mual, lelah, sakit kepala dan insomnia.

Dosis: 

8 mg diberikan 30 menit sebelum tidur. Tidak dianjurkan diberikan sewaktu makan atau segera setelah makan makanan dengan kadar lemak tinggi.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id