PROGESTERON

Indikasi: 

lihat keterangan pada sediaan; pengobatan gangguan yang berhubungan dengan defisiensi progesteron, seperti: infertilitas karena ketidakcukupan fase luteal, untuk digunakan selama fertilisasi in-vitro.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas, insufisiensi hati berat, kehamilan (lampiran 4), menyusui (Lampiran 5).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas, terlambat haid atau aborsi tidak sempurna.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; reaksi tempat injeksi; nyeri, diare, dan dapat terjadi kembung dengan pemberian rektal.

Dosis: 

Melalui rektal atau vagina, sindrom premenstruasi dan depresi pasca melahirkan, 200 mg sehari hingga 400 mg 2 kali sehari; untuk sindrom premenstruasi dimulai pada hari ke 12-14 dan dilanjutkan sampai awal menstruasi (tapi tidak direkomendasikan, lihat keterangan di atas); melalui rektal jika digunakan metode kontrasepsi "barrier" pada pasien yang baru saja melahirkan atau pasien yang mengalami infeksi vagina atau sistitis kambuhan.Pemakaian intravaginal, sediaan gel: Pengobatan infertilitas karena ketidakcukupan fase luteal: Sekali pemakaian (1,125 g 8% gel) setiap hari, dimulai setelah ovulasi terdokumentasi atau arbitrarily pada hari ke-18 hingga hari ke-21 siklus; Jika digunakan selama fertilisasi in-vitro, pemakaian gel 8% harian harus dilanjutkan selama 30 hari jika tidak ada bukti kehamilan dari laboratorium.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id