PROBENESID

Indikasi: 

profilaksis gout (untuk mengoreksi hiperurisemia); pengurangan ekskresi tubular penisilin dan sefalosporin tertentu, lihat 5.1.

Peringatan: 

selama awal terapi gout, berikan kolkisin profilaktik atau AINS (jangan asetosal atau salisilat), pastikan asupan cairan yang memadai (kira-kira 2,5 liter sehari), usahakan agar urin bersifat basa jika asam urat sangat tinggi; dapat menyebabkan tukak lambung, gangguan fungsi ginjal (hindari jika parah- lihat Lampiran 3); dapat memberikan hasil positif palsu sementara pada uji Benedict; defisiensi G6PD (lihat 9.1.5).

Interaksi: 

tidak digunakan bersamaan dengan asetosal dan salisilat;lihat Lampiran 1 (probenesid).

Kontraindikasi: 

riwayat gangguan darah, nefrolitiasis, porfiria, pada gout akut; hindari asetosal dan salisilat.

Efek Samping: 

gangguan saluran cerna, sering buang air kecil, sakit kepala, flushing, pusing, alopesia, anemia, nyeri gusi; reaksi hipersensitivitas meliputi anafilaksis, dermatitis, pruritus, demam, sindrom Stevens-Johnson; jarang sindrom nefrotik, nekrosis hati, leukopenia, anemia aplastik; nekrolisis epidermal toksik pada penggunaan bersama dengan kolkisin.

Dosis: 

terapi urikosurik, dosis awal 250 mg dua kali sehari setelah makan (dengan minum air yang cukup), apabila perlu tingkatkan setelah seminggu hingga 500 mg dua kali sehari kemudian sampai 2 g sehari dalam 2-4 dosis terbagi tergantung dari kadar asam urat plasma dan kurangi untuk pemeliharaan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id