PREGABALIN

Indikasi: 

nyeri neuropatik perifer, terapi tambahan untuk seizure parsial dengan atau tanpa generalisasi sekunder.

Peringatan: 

hindari pemutusan obat mendadak (penurunan bertahap sekurang-kurangnya 1 minggu); gangguan ginjal (lihat Lampiran 3), kehamilan (lihat Lampiran 4); intoleransi galaktose, defisiensi Lapp laktase atau malabsorpsi glukosa-galaktosa seharusnya tidak menggunakan obat ini; pasien diabetes mellitus pengguna pregabalin yang berat badannya meningkat membutuhkan penyesuaian pengobatan hipoglikemia; pasien yang mengendarai motor dan menjalankan mesin.

Interaksi: 

Pregabalin mempotensiasi efek etanol dan lorazepam.

Kontraindikasi: 

pasien yang hipersensitif; wanita menyusui (lihat Lampiran 5).

Efek Samping: 

mulut kering, konstipasi, muntah, kembung; udem; pusing, mengantuk, gangguan konsentrasi, gangguan pada gerakan dan kontrol otot, gangguan memori, gangguan bicara, paraesthesia, euforia, bingung, fatigue, perubahan nafsu makan, kenaikan berat badan; perubahan fungsi seksual; gangguan penglihatan dan kelainan okuler (termasuk pandangan kabur, diplopia, mata tegang dan iritasi mata), jarang terjadi abdominal distension, peningkatan salivasi, refluks gastroesofageal, gangguan pengecapan, haus, hot flushes, takikardi, syncope, dyspnoea, sesak dada, nasal dryness, stupor, depersonalisasi, depresi, insomnia, halusinasi, agitasi, mood swings, serangan panik, apathy, disuria, keadaan urgensi pada inkontinesia, trombositopenia, bengkak pada sendi, kram otot, mialgia, arthralgia, berkeringat dan ruam kulit; jarang terjadi ascites, disphagia, pankreatitis, hipotensi, hipertensi, rasa dingin, blokade AV derajat pertama, aritmia, bradikardi, nasofaringitis, batuk, epistaksis, rinitis, parosmia, demam, kaku, disinhibition, penurunan berat badan, hipoglikemia atau hiperglikemia, gagal ginjal, gangguan menstruasi, nyeri payudara, hipertropi payudara, neutropenia, rhabdomiolisis, hyperacusis, hipokalemia dan leukositosis.

Dosis: 

nyeri neuropati, dosis awal 150 mg per hari dalam dosis terbagi 2-3, tingkatkan bila perlu setelah 3-7 hari sampai 300 mg per hari dalam dosis terbagi 2-3, selanjutnya dapat ditingkatkan jika perlu setelah 7 hari hingga dosis maksimal 600 mg per hari dalam dosis terbagi 2-3; ANAK dan REMAJA: tidak dianjurkan.Epilepsi, dosis awal 150 mg per hari dalam dosis terbagi 2-3, bila perlu ditingkatkan setelah 7 hari sampai 300 mg per hari dalam dosis terbagi 2-3, peningkatan lebih lanjut bila perlu setelah 7 hari sampai dosis maksimal 600 mg per hari dalam dosis terbagi 2-3; ANAK dan REMAJA: tidak dianjurkan.Pasien dengan gangguan fungsi hati, tidak ada penyesuaian dosis. LANSIA: perlu penyesuaian dosis karena penurunan fungsi ginjal.Pasien dengan gangguan fungsi ginjal, dosis sebagai berikut:

 

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id