PREDNISOLON

Indikasi: 

supresi inflamasi dan gangguan alergi; lihat keterangan di atas; inflamasi usus besar, bagian 1.5; asma, bagian 3.2; supresi inflamsi bagian 8.2.2; rematik, bagian 10.1.2.

Peringatan: 

supresi adrenal dan infeksi (lihat keterangan di atas), anak dan remaja (gangguan pertumbuhan kemungkinan tidak reversible), lanjut usia (memerlukan supervise ketat terutama pengobatan jangaka panjang); diperlukan pengawasan terus menerus jika ada sejarah tuberkulosis (atau perubahan X-ray), hipertensi, infark miokard (dilaporkan rupture), gagal jantung kongestif, gagal hati (Lampiran 2), gangguan ginjal, diabetes melitus termasuk riwayat keluarga, osteoporosis (wanita pascamenopouse yang risiko terkena), glaukoma (termasuk riwayat keluarga), perforasi kornea, gangguan berat (terutama jika riwayat psikosis steroid-induced), epilepsi, tukak lambung, hipotiroid, riwayat steroid miopati, kehamilan (Lampiran 4) dan menyusui (Lampiran 5) (lihat keterangan di atas).

Interaksi: 

Lampiran 1 (kortikosteroid).

Kontraindikasi: 

infeksi sistemik (kecuali kalau diberikan pengobatan microbial spesifik), hindari pemberian vaksin virus hidup pada pemberian dosis imunosupresif (respon serum antibodi berkurang).

Efek Samping: 

dikurangi dengan menggunakan dosis efektif paling rendah untuk periode sesingkat mungkin, efek saluran pencernaan termasuk dyspepsia, tukak lambung (dengan perforasi), abdominal distention, pankreatitis akut, ulserasi esophageal dan kandidiasis, efek musculoskeletal termasuk miopati proksimal, osteoporosis, patah tulang dan tulang belang, avascular osteonecrosis, tendon rupture, efek endokrin termasuk supresi adrenal, haid tidak teratur dan amenore, Cushing's syndrome (pada dosis tinggi, biasanya kembali bila dihentikan), hirsutism, berat badan bertambah, keseimbangan nitrogen dan kalsium negatif, peningkatan nafsu makan, memperberat infeksi, efek neuropsikiatrik termasuk euporia, psychological dependence, depresi insomnia, meningkatkan tekanan intracranial dengan papilodema pada anak (biasanya setelah dihentikan), psikosis dan aggravation of schizophrenia, aggravation of epilepsy; efek optalmik termasuk glaukoma, papilloedema, katarak subkapsular posterior, corneal atau scleral thinning dan eksaserbasi virus mata atau penyakit jamur; efek samping lain termasuk gagal penyembuhan, atropi kulit, menimbulkan luka memar, striae, telangiectais, jerawat, rupture jantung diikuti infark jantung, gangguan cairan dan elektrolit, leukositosis, reaksi hipersensitif (termasuk pencegahan), tromboembilisme, mual, muntah, cekukan.

Dosis: 

Oral, awal 10-20 mg/hari (penyakit berat sampai 60 mg/hari), sebaiknya diberikan pagi setelah sarapan pagi, dosis dapat diturunkan dalam beberapa hari tetapi dilanjutkan selama beberapa minggu atau bulan. Pemeliharaan, 2,5-15 mg/hari, tetapi dapat ditingkatkan bila diperlukan, efek samping meningkat pada dosis di atas 7,5 mg/hari. Injeksi intramuscular, prednisolon asetat (bagian 10.1.2), 25-100mg sekali atau dua kali seminggu.