PIROKSIKAM

Indikasi: 

terapi simtomatik pada rematoid artritis, osteoartritis, ankilosing spondilitis, gangguan muskuloskeletal akut dan gout akut.

Peringatan: 

menghambat biosintesis prostaglandin, dapat mengakibatkan kerusakan hati, meningkatkan SGPT/SGOT hingga jaundice, pasien dengan gangguan pencernaan, jantung, hipertensi dan keadaan predisposisi retensi air, ginjal dan hati, keamanan penggunaan pada anak-anak belum diketahui dengan pasti, pasien yang mengalami gangguan penglihatan selama menggunakan piroksikam dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata, kehamilan (lihat Lampiran 4), menyusui (lihat Lampiran 5).

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (AINS).

Kontraindikasi: 

riwayat tukak lambung atau pendarahan lambung, pasien yang mengalami bronkospasme, polip hidung dan angioedema atau urtikaria apabila diberikan asetosal atau obat-obatan AINS yang lain.

Efek Samping: 

gangguan gastrointestinal seperti stomatitis, anoreksia, epigastric distress, mual, konstipasi, rasa tidak nyaman pada abdomen, kembung, diare, nyeri abdomen, perdarahan lambung, perforasi dan tukak lambung, edema, pusing, sakit kepala, ruam kulit, pruritus, somnolence, penurunan hemoglobin dan hematokrit.

Dosis: 

Dewasa: Rematoid artritis, osteoartritis dan ankilosing spondilitis: Dosis awal 20 mg sebagai dosis tunggal. Dosis pemeliharaan pada umumnya 20 mg sehari atau jika diperlukan dapat diberikan 10 mg - 30 mg dalam dosis tunggal atau terbagi. Dosis lebih dari 20 mg sehari meningkatkan efek samping gastrointestinal. Gout akut, mula-mula 40 mg sehari sebagai dosis tunggal, diikuti 4-6 hari berikutnya 40 mg sehari dosis tunggal atau terbagi. Gangguan muskuloskeletal akut, awal 40 mg sehari sebagai dosis tunggal atau terbagi selama 2 hari, selanjutnya 20 mg sehari selama 7-14 hari.