PIOGLITAZON

Indikasi: 

terapi tambahan pada diet dan olahraga pada diabetes melitus tipe 2 (dual kombinasi dengan sulfonilurea atau metformin, dan triple kombinasi dengan metformin dan sulfonilurea).

Peringatan: 

retensi cairan, gagal jantung, peningkatan berat badan, udem, pantau fungsi hati, hentikan jika terjadi ikterus, pantau nilai hemoglobin dan hematokrit, hipoglikemia, fraktur pada penggunaan jangka panjang, wanita hamil dan menyusui.

Interaksi: 

hipoglikemia dapat terjadi dengan pemberian bersamaan sulfonilurea, penghambat CYP2C8 (seperti gemfibrozil) dapat meningkatkan kadar pioglitazon dalam darah, dan penginduksi CYP2C8 (seperti rifampisin) dapat menurunkan kadar pioglitazon dalam darah.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, gagal jantung atau memiliki riwayat gagal jantung, kerusakan hati, ketoasidosis diabetik, kanker kandung kemih atau riwayat kanker kandung kemih, penggunaan bersama insulin.

Efek Samping: 

MONOTERAPI umum: gangguan penglihatan, ISPA, peningkatan berat badan, peningkatan kreatinin kinase (kreatinin fosfokinase), hipoastesia. Tidak umum: sinusitis, insomnia. KOMBINASI DENGAN METFORMIN: anemia, gangguan penglihatan, flatulen, peningkatan berat badan, artralgia, sakit kepala, hematuria, disfungsi ereksi. KOMBINASI DENGAN SULFONILUREA umum: flatulen, peningkatan berat badan, pusing. Tidak umum: vertigo, gangguan penglihatan, kelelahan, peningkatan laktat dehidrogenase, peningkatan nafsu makan, hipoglikemia, sakit kepala, glikosuria, proteinuria, berkeringat. KOMBINASI DENGAN METFORMIN DAN SULFONILUREA sangat umum: hipoglikemia. Umum: peningkatan berat badan, peningkatan kreatinin fosfokinase darah, artralgia.

Dosis: 

DEWASA, dosis awal 15 mg atau 30 mg satu kali sehari, dosis dapat ditingkatkan hingga 45 mg satu kali sehari.

List Nama Dagang