PIMOZID

Indikasi: 

lihat pada Dosis.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas. Dianjurkan untuk pemeriksaan EKG sebelum pengobatan. Direkomendasikan pula, pasien yang menggunakan obat ini sebaiknya memiliki EKG tahunan (jika interval QT mengalami perpanjangan, pengobatan harus ditinjau kembali dan pemutusan atau pengurangan dosis di bawah pengawasan ketat). Pimozid tidak boleh diberikan dengan antipsikotik lainnya (termasuk sediaan depot), antidepresan trisiklik atau obat lain yang memperpanjang interval QT, seperti anti malaria tertentu, obat anti aritmia dan antihistamin tertentu dan jangan diberikan dengan obat yang menyebabkan gangguan elektrolit (terutama diuretik); hati-hati penggunaannya pada pasien dengan gangguan fungsi hati ; penghentian obat secara bertahap; kehamilan (lihat Lampiran 4); pada pasien yang mengendarai motor atau menjalankan mesin.

Interaksi: 

Pimozid dapat mengganggu efek anti parkinson pada levodopa. Pimozid dimetabolisme terutama melalui sistem enzim sitokrom P450 sub tipe 3A4 (CYP 3A4) dan lebih melalui sub tipe CYP 2D6. In vitro data menunjukkan bahwa khususnya sistem enzim penghambat CYP3A4 yang kuat seperti antimikotik azole, antiviral penghambat protease, antibiotik makrolid dan nefazodon dapat menghambat metabolisme pimozid. Data in vitro menunjukkan bahwa kuinidin mengurangi ketergantungan CYP2D6 pada metabolisme pimozid. Penyimpangan kadar pimozid dapat meningkatkan resiko perpanjangan QT. Obat-obat yang diketahui memperpanjang interval QT juga dikontraindikasikan. Contoh yang termasuk anti aritmia tertentu; kelas I-A (kuinidin, disopiramid dan prokainamid) dan kelas III (amitriptilin), tetrasiklik tertentu antidepresan (maprotilin), obat antipsikotik tertentu lainnya (fenotiazin dan sertindol), antihistamin tertentu (astemizol dan terfenadin), cisaprid, bepridil, halofantrin dan sparfloksasin. Minuman jus buah anggur dengan pimozid juga dihindari.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas; riwayat menderita aritmia atau perpanjangan QT bawaan.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; mengantuk; dilaporkan aritmia serius; glikosuria dan hiponatremia (jarang).

Dosis: 

skizofrenia, dosis awal 2 mg per hari, dinaikkan sesuai dengan respons, bertahap 2-4 mg dengan interval tidak kurang dari 1 minggu; dosis lazim 2-20 mg sehari; LANSIA: setengah dosis lazim awal. ANAK: tidak dianjurkan.Psikosis hipokondria monosimtomatik, psikosis paranoid, dosis awal 4 mg per hari, dinaikkan sesuai dengan respons, bertahap 2-4 mg dengan interval tidak kurang dari 1 minggu. Maksimal 16 mg per hari. LANSIA: setengah dosis awal lazim. ANAK: tidak dianjurkan Mania, hipomania, terapi tambahan jangka pendek untuk eksitasi dan agitasi psikomotor, dosis awal 10 mg/hari sesuaikan dosis dengan respons, dinaikan 24 mg dengan interval tidak kurang dari 1 minggu, maksimal 20 mg/hari. LANSIA : setengah dosis awal dewasa. ANAK: tidak dianjurkan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id