PAREKOKSIB

Indikasi: 

pengobatan jangka pendek nyeri pasca bedah.

Peringatan: 

nyeri yang menyertai coronary artery bypass graft surgery, gangguan fungsi ginjal, hipertensi, gangguan fungsi jantung atau hati, kondisi predisposisi retensi cairan, dehidrasi, dapat menutupi demam, riwayat perdarahan, tukak atau perforasi pada saluran cerna bagian atas.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (AINS).

Kontraindikasi: 

riwayat hipersensitivitas terhadap sulfonamid, kehamilan trimester ketiga, menyusui, tukak peptik atau perdarahan saluran cerna, inflammatoy bowel disease, gagal jantung kongesti berat.

Efek Samping: 

hipertensi, hipotensi, nyeri punggung, udem perifer, hipoestesia, alveolar osteitis, dispepsia, flatulen, hipokalemia, peningkatan kreatinin, insomnia, agitasi, anemia pasca bedah, faringitis, insufisiensi pernafasan, pruritus, oliguria.

Dosis: 

injeksi intravena atau intramuskular, dosis awal 40 mg, dilanjutkan 20 mg atau 40 mg setiap 6 sampai 12 jam apabila diperlukan; dosis maksimum 80 mg sehari. LANSIA: berat badan kurang dari 50 kg, dosis awal separuh dari dosis lazim awal yang direkomendasikan; dosis maksimum 40 mg sehari.
ANAK dan REMAJA usia kurang dari 18 tahun tidak direkomendasikan.